Sep 26, 2021 19:13 Asia/Jakarta
  • Anak-Anak Irak menjamu peziarah Arbain dengan gembira.
    Anak-Anak Irak menjamu peziarah Arbain dengan gembira.

Anak-anak dan remaja di Irak yang berasal dari berbagai desa dan suku menjamu peziarah Arbain yang sedang berjalan kaki menuju Karbala. Mereka menyediakan makanan dan minuman secara gratis.

Anak-anak tersebut saling berlomba untuk menawarkan makanan dan minuman yang mereka sediakan kepada para peziarah. Mereka tampak gembira jika ada peziarah yang menerima hidangan yang ditawarkan.

Jutaan umat Islam  berziarah ke Karbala untuk menghadiri peringatan 40 tahun kesyahidan Imam Husein as. Mereka berjalan kaki dari kota Najaf ke Karbala.

Tahun ini jumlah peziarah Arbain dibatasi oleh pemerintah Irak untuk mencegah penyebaran Virus Corona. Meski demikian, jumlah peziarah dari warga Irak dan beberapa negara dunia mencapai jutaan orang.

Warga Irak dan para panitia Arbain dari beberapa negara termasuk Republik Islam Iran menyediakan tempat-tempat istirahat bagi para peziarah dan menyajikan makanan dan minuman secara gratis.

Tanggal 20 Safar, yang tahun ini jatuh pada tanggal 27 September 2021 diperingati sebagai Hari Arbain Imam Husein as oleh Umat Muslim bermazhab Syiah dan pecinta Ahlul Bait di seluruh dunia.

Arbain adalah peringatan mengenang 40 hari Kesyahidan Imam Husein as, Cucu Baginda Nabi Muhammad Saw yang dibantai bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya oleh pasukan Yazid di padang Karbala pada tanggal 10 Muharram 61 H.

Imam Hussein as, keluarga dan para sahabatnya gugur syahid pada 10 Muharam 61 Hijriah di Karbala atau yang dikenal dengan Tragedi Asyura. Meski telah berlalu berabad-abad, namun peristiwa heorik itu tidak pernah berkurang urgensi dan kedudukannya, bahkan semakin berlalu, pesan Asyura justru semakin tersebar luas.

Kebangkitan Imam Hussein melawan pemerintahan tiran Yazid bertujuan untuk menjaga kelangsungan agama Islam yang terkena erosi kerusakan di berbagai sendi kehidupan masyarakatnya. Oleh karena itu, motivasi perjuangan Imam Husein demi menjaga kesucian Islam dari berbagai penyimpangan yang dilakukan penguasa lalim di masanya.

Imam Husein bangkit melawan Yazid bin Muawiyah bukan karena menghendaki kekuasaan, tapi karena ketulusannya membela ajaran agama Islam dan mengembalikan umat Islam dari berbagai penyimpangan. (RA)

 

Tags