Sep 27, 2021 21:04 Asia/Jakarta
  • Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi.
    Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi.

Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi menyebut peringatan Arbain Husseini as sebagai pawai dan protes terbesar terhadap pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

"Peringatan Arbain Imam Hussein as dan para sahabatnya yang saleh adalah protes manusia yang paling menonjol dan terbesar yang sedang berlangsung terhadap pelanggaran hak asasi manusia sepanjang sejarah," kata al-Kadhimi dalam pernyataannya di tengah-tengah acara Arbain Husseini as di Provinsi Karbala pada hari Senin (27/9/2021) seperti dilansir Mawazin News.

Dia menambahkan, Arbain Husseini as menekankan hal ini bahwa perlawanan terhadap pelanggaran seperti itu di Irak dalam tahap-tahapannya bukanlah misi yang mudah dan tidak terwujud hanya dengan dengan niat baik.

Jutaan peziarah dari berbagai negara memadati kota Karbala untuk menghadiri peringatan Arbain di kota tersebut. Tanggal 20 Safar, yang tahun ini jatuh pada hari Senin, 27 September 2021 diperingati sebagai Hari Arbain Imam Husein as oleh Umat Muslim bermazhab Syiah dan para pecinta Ahlul Bait di seluruh dunia.

Peringatan Arbain di Karbala.

Arbain adalah peringatan mengenang 40 hari Kesyahidan Imam Husein as, Cucu tercinta Baginda Nabi Muhammad Saw yang dibantai bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya oleh pasukan Yazid di padang Karbala pada tanggal 10 Muharram 61 H.

Imam Hussein as, keluarga dan para sahabatnya gugur syahid pada 10 Muharam 61 Hijriah di Karbala atau yang dikenal dengan Tragedi Asyura. Meski telah berlalu berabad-abad, namun peristiwa heroik itu tidak pernah berkurang urgensi dan kedudukannya, bahkan semakin berlalu, pesan Asyura justru semakin tersebar luas.

Kebangkitan Imam Hussein melawan pemerintahan tiran Yazid bertujuan untuk menjaga kelangsungan agama Islam yang terkena erosi kerusakan di berbagai sendi kehidupan masyarakatnya. Oleh karena itu, motivasi perjuangan Imam Husein demi menjaga kesucian Islam dari berbagai penyimpangan yang dilakukan penguasa lalim di masanya.

Imam Husein bangkit melawan Yazid bin Muawiyah bukan karena menghendaki kekuasaan, tapi karena ketulusannya membela ajaran agama Islam dan mengembalikan umat Islam dari berbagai penyimpangan. (RA)

Tags