Sep 30, 2021 11:36 Asia/Jakarta

Gilad Biran, Komandan Pertahanan Udara Militer Israel mengakui kelemahan sistem perisai rudal rezim Zionis terhadap serangan rudal Perlawanan Palestina.

4 bulan telah berlalu sejak pertempuran Saif al-Quds. Pertempuran antara Israel dan kelompok Perlawanan Palestina berlangsung dari 11 Mei hingga 21 Mei.

Rudal Hamas

Salah satu kekhususan utama dari pertempuran ini adalah bahwa kelompok Perlawanan Palestina menembakkan lebih dari 4.000 rudal ke Wilayah Pendudukan, dan 85% di antaranya berhasil melewati sistem Kubah Besi (Iron Dome).

Memperhatikan bahwa 4.000 roket ditembakkan ke Wilayah Pendudukan selama perang 11 hari, saluran televisi berbahasa Ibrani Kan melaporkan bahwa puncak tembakan roket dari Jalur Gaza ke Wilayah Pendudukan terjadi pada hari kedua perang, ketika sekitar 480 roket ditembakkan, dan sejak hari itu roket ditembakkan rata-rata antara 250 dan 400 roket.

Inefisiensi sistem Iron Dome disebabkan oleh fakta bahwa Zionis Israel telah menghabiskan banyak uang dan, tentu saja, banyak propaganda untuk sistem ini.

Setelah perang 11 hari, Financial Times dikejutkan oleh kinerja Iron Dome melawan rudal Perlawanan dan menekankan bahwa setidaknya untuk menghemat biaya rudal yang diluncurkan untuk mencegat rudal Hamas, rudal ini harus ditembakkan dalam satu jalur khusus dan rasional.

Selain dimensi material, banyak laporan tentang tanah-tanah yang diduduki yang menunjukkan bahwa inefisiensi sistem Iron Dome menjadi faktor meningkatnya ketakutan dan masalah psikologis masyarakat di Wilayah Pendudukan.

Dalam hal ini, sebuah asosiasi zionis dalam sebuah laporan tentang kerusakan psikologis penduduk Wilayah Pendudukan menyatakan bahwa permintaan dukungan psikologis yang disediakan asosiasi melalui telepon, telah berlipat ganda selama operasi militer baru-baru ini.

Gilad Biran, Komandan Pertahanan Udara Militer Israel mengakui kelemahan sistem perisai rudal rezim Zionis terhadap serangan rudal Perlawanan Palestina.

Asosiasi ini menambahkan bahwa sebagian besar permintaan bantuan datang dari ayah dan ibu yang menderita krisis psikologis akibat tembakan roket dari Gaza.

Sekarang, empat bulan setelah perang, komandan pertahanan udara Israel telah mengakui kelemahan dan ketidakefisienan Iron Dome dan sistem lainnya. Gilad Biran, Komandan Pertahanan Udara Militer Zionis Israel mengatakan sistem rudal Israel saat ini memiliki kelemahan dan tidak dapat menanggapi semua ancaman dan mencakup wilayah yang berbeda.

Ada beberapa poin penting dalam pengakuan komandan pertahanan udara Israel ini.

Poin pertama adalah bahwa kelompok Perlawanan Palestina telah mampu meningkatkan kekuatan rudal mereka sedemikian rupa sehingga jangkauan rudal mereka dan kekuatan penghancur mereka jauh lebih besar dari sebelumnya.

Jika akurasi rudal juga meningkat, kerentanan rezim Zionis akan meningkat, dan ini akan memiliki banyak konsekuensi keamanan dan sosial bagi rezim ini.

Poin kedua adalah bahwa meskipun kelemahan dan ketidakefisienan sistem pertahanan Israel menjadi jelas selama perang 11 hari, pengakuan resmi komandan pertahanan udara Israel dikarenakan fakta bahwa ia mencoba untuk meningkatkan anggaran bagi modernisasi dan penguatan sistem ini.

Menurut sumber-sumber berita, rezim Zionis meminta bantuan darurat $ 1 miliar dari Amerika Serikat dengan tujuan untuk memodernisasi sistem Iron Dome. Menyusul permintaan ini, undang-undang tentang alokasi dana tambahan untuk sistem Iron Dome Israel disetujui oleh DPR AS Kamis (23/09/2021) lalu, dan jika disetujui Senat, akan dialokasikan untuk rezim ini.

Poin ketiga adalah bahwa komandan pertahanan udara Israel mengakui kelemahan sistem pertahanan rezim pada saat kemungkinan bentrokan antara rezim dan kelompok Perlawanan Palestina meningkat.

Syahid Palestina

Rezim Zionis menggugursyahidkan 5 orang Palestina di Tepi Barat hari Minggu (26/09) lalu, dan kelompok Perlawanan mengumumkan bahwa mereka akan membalas atas kejahatan ini. Pengakuan Gilad Biran juga bisa berasal dari ketakutannya akan kemungkinan pembalasan oleh kelompok-kelompok Perlawanan Palestina.

Tags