Okt 05, 2021 10:47 Asia/Jakarta

Hanya tinggal lima hari tersisa hingga penyelenggaraan pemilu legislatif Irak.

Para analis politik menilai pemilu legislatif Irak 2021 berbeda dari pemilu 2018 dalam banyak hal.

Perbedaan yang paling penting mengenai perubahan undang-undang pemilu termasuk dalam pelaksanaan pemilu serta jenis pemungutan suaranya.

Di bawah undang-undang pemilu baru yang disahkan pada November 2020, pemilihan di Irak tidak akan bersifat provinsi, tetapi akan dibagi menjadi daerah pemilihan yang lebih kecil di tingkat kabupaten.

Sebelumnya, pemilihan diadakan di 18 daerah pemilihan berdasarkan jumlah provinsi dengan jumlah tersebut. Tetapi sekarang, di bawah undang-undang pemilu Irak yang baru, pemilu dibagi menjadi 83 daerah pemilihan.

Selain itu, jumlah daerah pemilihan juga dibagi berdasarkan rasio populasi. Baghdad sebagai provinsi terpadat di Irak menempati  21 persen dari populasi Irak memiliki 17 daerah pemilihan.

 

Pemilu Irak

 

Perubahan penting lainnya yang mengikuti perubahan undang-undang pemilu mengenai mekanisme calon masuk parlemen dan cara masyarakat memilih.

Pada pemilu yang lalu, para calon dipilih sebagai anggota parlemen sesuai dengan daftar pemilih, tetapi pada pemilu 10 Oktober, hanya kandidat yang mendapatkan suara terbanyaklah yang akan lolos sebagai anggota dewan legislatif

Dengan demikian, pendaftaran calon independen pada pemilu 2021 jauh lebih tinggi dibandingkan pada pemilu 2018, dan 789 caleg bersaing pada pemilu kali ini secara mandiri bukan dari partai.

Perbedaan penting lainnya antara pemilu Irak tahun 2021 dan pemilu 2018 adalah pengurangan jumlah kandidat, koalisi, dan daftar pemilih.

Sebanyak 7.367 orang kandidat yang maju pada pemilu 2018, sedangkan pada pemilu 2021 jumlah tersebut turun menjadi 3.249 orang.

Selain itu, terdapat 27 koalisi, 88 daftar calon, dan 205 partai politik dan organisasi pada pemilu 2018, namun jumlah ini mengalami penurunan pada pemilu 2021.

 

Komisi pemilu Irak

 

Pada pemilu yang akan digelar 10 Oktober 2021, ada 21 koalisi, 58 daftar calon, dan 167 partai. Penurunan jumlah kandidat yang signifikan menunjukkan bahwa jumlah pemilih dalam pemilu dan kehadiran di parlemen Irak telah menurun.

Perubahan lain menyangkut perempuan. Setidaknya 25 persen kursi parlemen Irak yang disediakan untuk perempuan di bawah undang-undang sebelumnya tidak berubah dalam pemilihan ini. Namun, sebanyak 2.592 perempuan bersaing untuk perwakilan di seluruh Irak pada tahun 2018, turun menjadi hanya 951 perempuan yang mencalonkan diri dalam pemilu 2021.

Isu lainnya, pemilu 2021 di Irak akan diadakan di bawah pengawasan internasional. Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Irak, Jeanine Antoinette Hennis-Plasschaert mengatakan sebanyak 800 pemantau PBB akan diterjunkan untuk melihat dari dekat penyelenggaraan pemilu Irak.

Memperhatikan bahwa misi delegasi PBB terkait pemilu Irak berbeda dengan delegasi sebelumnya, Plasschaert mengatakan, “Delegasi yang mengikuti proses pemilu 2018 hanya menangani masalah keamanan, tetapi sekarang delegasi ini akan memberikan bantuan teknis yang besar dalam penyelenggaraan pemilu,".(PH)

 

Tags