Okt 06, 2021 20:54 Asia/Jakarta
  • Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas).
    Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas).

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) membantah mencapai kesepakatan gencatan senjata jangka panjang dengan rezim Zionis Israel.

Sejumlah media melaporkan pada Selasa kemarin bahwa Hamas mencapai kesepakatan dengan pihak Mesir tentang kelanjutan gencatan senjata di Gaza dan masalah lain yang berkaitan dengan rekonsiliasi dan pertukaran tahanan.

Surat kabar Palestina, al-Quds pada Rabu (6/10/2021) menyatakan Hamas tidak mencapai kesepakatan gencatan senjata jangka panjang dengan Israel.

Delegasi Hamas yang dipimpin Ismail Haniyeh baru-baru ini bertemu dengan Menteri Intelijen Mesir Abbas Kamel di Kairo untuk membahas ketegangan di Quds, rekonsiliasi nasional, dan masalah tahanan Palestina.

"Dalam pertemuan itu juga dibahas hubungan bilateral, perkembangan politik dan situasi di lapangan, serta cara-cara untuk mencapai persatuan Palestina," kata surat kabar al-Quds.

Pemimpin Hamas di Gaza, Yahya al-Sinwar di Gaza, Saleh al-Arouri di Tepi Barat, dan Khaled Mashaal di luar negeri, menemani Hainyeh dalam pertemuan di Kairo.

Hamas dan rezim Zionis melakukan pembicaraan gencatan senjata setelah berperang selama 12 hari pada Mei lalu.

Dalam pembicaraan yang ditengahi oleh Mesir, Tel Aviv mencoba menghubungkan kasus pertukaran tahanan dengan proses rekonstruksi Gaza, yang ditolak oleh kubu perlawanan. (RM)

Tags