Okt 12, 2021 15:00 Asia/Jakarta
  • Dataran Tinggi Golan, Suriah.
    Dataran Tinggi Golan, Suriah.

Pemerintah Suriah mengutuk keras pernyataan perdana menteri rezim Israel yang akan menambah jumlah pemukiman Zionis di Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

“Pernyataan dan kebijakan bermusuhan seperti itu tidak akan mengubah kebenaran abadi bahwa Golan akan selalu menjadi milik Suriah. Ia pasti akan kembali ke tanah airnya cepat atau lambat,” kata Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sebuah statemen, Senin (11/10/2021).

“Semua tindakan yang diadopsi oleh otoritas penjajah Israel adalah batal demi hukum dan tidak mempunyai legalitas hukum,” tegasnya seperti dilaporkan televisi al-Mayadeen.

Pernyataan itu menegaskan rakyat Suriah dan tentaranya yang heroik – yang mengalahkan kelompok teroris – lebih bertekad untuk membebaskan Golan dari pendudukan serta menggagalkan semua plot dan rencana agresif penjajah Israel.

Warga yang tinggal di Golan menggelar aksi protes pada hari Senin untuk menolak rencana pembangunan pemukiman baru Zionis. Penduduk setempat menyatakan akan melakukan perlawanan terhadap pendudukan paksa tanah mereka.

Selama Perang Enam Hari pada 1967, rezim Zionis menduduki sebagian besar Dataran Tinggi Golan, Suriah.

Pemerintah Damaskus berulang kali menekankan, Dataran Tinggi Golan adalah bagian integral dari wilayah Suriah dan tidak akan membiarkannya dirampas walaupun satu jengkal. (RM)

Tags