Okt 16, 2021 12:49 Asia/Jakarta
  • Pasukan Hamas
    Pasukan Hamas

Anggota biro politik Hamas menekankan bahwa gencatan senjata baru-baru ini di Jalur Gaza menuntut kesiapan rezim Zionis membayar konsekuensinya.

Televisi Al-Masirah hari Sabtu (16/10/2021) melaporkan, Anggota Biro Politik Hamas, Khalil Al-Hayat hari Jumat mengatakan, "Rezim Zionis harus menerima tuntutan Palestina, jika tidak, gencatan senjata tidak akan mungkin terwujud,".

"Perlawanan mengerahkan segenap upaya di dalam dan luar negeri untuk mematahkan blokade Gaza. Langkah-langkah konsultasi dengan pihak-pihak mediator untuk menekan rezim pendudukan di berbagai bidang, termasuk perikanan, perdagangan, ekspor dan impor, proses rekonstruksi Gaza terus dilakukan," ujar al-Hayat.

"Tentara Zionis yang ditahan dalam perjara front perlawanan [Palestina] akan dibebaskan hanya dengan membayar harga yang diinginkan, dan perlawanan siap untuk meraih kesepakatan pertukaran tahanan," tegasnya.

Pertempuran Saif al-Quds (Pedang Quds) dihentikan oleh rezim Zionis setelah kewalahan menghadapi serangan kubu perlawanan Palestina, dan pembicaraan antara kedua belah pihak dimulai.

Selama pembicaraan, Tel Aviv berusaha untuk menghubungkan pertukaran tahanan dengan proses rekonstruksi Gaza. Tapi perlawanan tidak menyerah dan menekankan bahwa proses pertukaran tahanan adalah proses independen, dan tuntutan kelompok perlawanan Gaza harus dipenuhi.(PH)

Tags