Okt 17, 2021 01:13 Asia/Jakarta
  • Muqtada al-Sadr.
    Muqtada al-Sadr.

Pemimpin Gerakan Sadr mengatakan, Amerika Serikat harus berdialog secara serius dan bermanfaat dengan pemerintah Irak mengenai sisa pasukan, pangkalan militer, pesawat tempur, dan bentuk intervensinya.

“Amerika harus memperlakukan pemerintah mendatang Irak sebagai pemerintahan yang berkedaulatan penuh,” kata Muqtada al-Sadr di akun Twitternya seperti dikutip laman Farsnews, Sabtu (16/10/2021).

“Kebangkitan dan demonstrasi merupakan sebuah masalah internal dan nasional yang harus terbebas dari pengaruh asing… Irak dan rakyatnya harus jauh dari konflik regional yang terjadi di darat, udara, laut,” tambahnya.

Al-Sadr menandaskan kita adalah rakyat Irak, bukan Timur atau Barat... kita ingin hidup dalam damai... kami akan menanggapi dengan tepat terhadap apa pun yang menentang ini.

“Irak tidak akan menyerah pada tekanan dan tidak akan ikut-ikutan,” tegasnya.

Dia juga meminta semua kedutaan asing untuk tidak mengintervensi urusan Irak dan pembentukan pemerintah.

Fraksi Sadr memenangkan kursi terbanyak (72 kursi) dalam pemilu legislatif Irak dibandingkan rival-rivalnya, tetapi masih perlu berkoalisi dengan partai lain untuk membentuk pemerintahan baru. Mereka pun telah memulai penjajakan awal untuk tujuan tersebut. (RM)

Tags