Okt 17, 2021 19:05 Asia/Jakarta
  • Pemimpin Koalisi al-Fatah Irak, Hadi al-Amiri.
    Pemimpin Koalisi al-Fatah Irak, Hadi al-Amiri.

Seorang anggota koalisi al-Fatah yang dipimpin oleh Hadi al-Amiri, menyebut hasil pemilu parlemen Irak sebagai kudeta terhadap mekanisme politik dan konspirasi untuk melemahkan pasukan relawan Hashd al-Shaabi.

Mahmoud al-Hayani, anggota dan kandidat koalisi al-Fatah dalam pemilu legislatif Irak, mengatakan Hashd al-Shaabi menghadapi sebuah konspirasi besar, para konspirator berniat menghancurkan kelompok ini dan melemahkan pendukungnya.

“Apa yang diumumkan oleh komisi pemilihan dan proses pemilihan tidak lain kecuali sebuah upaya penipuan terhadap koalisi al-Fatah,” katanya dalam wawancara dengan situs web al-Maulouma, Minggu (17/10/2021).

Menurut al-Hayani, pengumuman hasil pemilu merupakan upaya untuk melemahkan koalisi al-Fatah dan kudeta terhadap mekanisme politik, tetapi semua upaya ini pada akhirnya akan gagal, karena Hashd al-Shaabi mewakili semua lapisan masyarakat dan tidak terkait dengan kelompok atau faksi tertentu.

Sementara itu, kandidat lain dari koalisi al-Fatah, Zainab al-Musawi menuturkan kepada media Irak, al-Ahed News bahwa faksi politiknya telah diserang oleh konspirasi asing dan jumlah suaranya dicuri karena kelompok ini mendukung Hashd al-Shaabi di parlemen.

Al-Musawi, seperti para pemimpin koalisi al-Fatah lainnya, menegaskan kembali bahwa ia akan memprotes hasil pemilu lewat jalur hukum.

Anggota parlemen Irak dan caleg koalisi al-Fatah, Duha al-Qaisar mengatakan hasil yang diukumkan oleh komisi pemilihan sepenuhnya berbeda dengan apa yang tertulis di kertas suara. (RM)

Tags