Okt 17, 2021 20:27 Asia/Jakarta
  • Mohammad Raad.
    Mohammad Raad.

Ketua fraksi Hizbullah di parlemen Lebanon mengatakan darah para syuhada Beirut tidak akan tertumpah sia-sia, tetapi Hizbullah tidak bergerak menuju perang saudara dan kami tidak akan mengancam perdamaian sipil.

Mohammad Raad, seperti dikutip laman al-Ahed, menuturkan pada Minggu (17/10/2021) bahwa Hizbullah selalu mengupayakan perdamaian di antara orang-orang Lebanon dan mencegah pecahnya perang saudara.

“Mereka memblokir pembentukan pemerintah selama satu setengah tahun, mereka ingin menghancurkan Hizbullah lewat blokade, khususnya dalam kasus krisis bahan bakar. Ketika ada keputusan mengimpor bahan bakar dari Iran, pesannya jelas bahwa kami siap untuk setiap konfrontasi dan kami mematahkan blokade,” tambahnya.

Hizbullah, tegas Raad, mendukung pembentukan pemerintah baru Lebanon, karena negara ini menuju ke arah kekacauan tanpa pemerintah.

Dia menjelaskan Hizbullah menyerukan pembentukan pemerintahan tanpa syarat, tetapi segelintir orang di Lebanon yang tidak setuju dengan Najib Mikati atau Saad al-Hariri, tidak menginginkan terbentuknya pemerintah.

“Di antara mereka adalah orang-orang yang menumpahkan darah warga Lebanon dengan penembak jitu untuk merusak perdamaian Lebanon,” ungkapnya.

Kamis lalu, para pendukung Hizbullah dan Gerakan Amal mendatangi Istana Kehakiman Lebanon untuk memprotes kinerja hakim Tariq Bitar, yang mengusut kasus ledakan pelabuhan Beirut. Namun, orang-orang tak dikenal melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa dari atas gedung. Tujuh orang gugur dan 60 lainnya terluka dalam insiden ini.

Hizbullah dan Gerakan Amal menyatakan kejahatan tersebut dilakukan oleh Partai al-Quwat al-Lubnaniyyah yang dipimpin oleh Samir Geagea. Partai ini berbuat kejahatan atas perintah Kedutaan Besar AS.

Pasukan Lebanon telah menangkap 19 orang yang terlibat dalam penembakan tersebut. (RM)

Tags