Okt 18, 2021 21:33 Asia/Jakarta
  • Syeikh Ahmad Qabalan.
    Syeikh Ahmad Qabalan.

Mufti Jakfari Lebanon, Syeikh Ahmad Qabalan mengatakan semua kejadian yang terjadi di daerah al-Tayouneh, Beirut dirancang dengan tujuan untuk menghancurkan senjata kubu perlawanan.

"Insiden di Beirut merupakan sebuah peristiwa yang berbahaya dan bencana nasional. Itu dilakukan oleh aktor regional dan internasional dengan tujuan untuk mengancam keamanan dan stabilitas Lebanon," ujarnya pada Senin (18/10/2021) seperti dilaporkan televisi al-Manar.

Dia memperingatkan tentang pecahnya perang saudara di Lebanon dan menegaskan bahwa dalam sejarah dan pendidikan Islam dan Kristen, perang dan konflik – karena perbedaan agama dan mazhab – tidak memiliki tempat.

"Jika perang saudara pecah, agama dan mazhab akan menjadi alat bagi kekuatan regional dan internasional," kata Syeikh Qabalan.

Ulama Lebanon ini menjelaskan bahwa semua peristiwa yang terjadi baru-baru ini untuk menghancurkan senjata kubu perlawanan, yang menjadi mimpi buruk bagi Israel.

"Anda bertanggung jawab atas apa yang terjadi sekarang dan di masa depan. Kubu perlawanan tidak akan pernah membiarkan rakyat Lebanon dibunuh untuk memuaskan Amerika Serikat," tegasnya dalam pesan yang ditujukan kepada hakim Tariq Bitar, yang mengusut kasus ledakan pelabuhan Beirut.

Kamis lalu, para pendukung Hizbullah dan Gerakan Amal mendatangi Istana Kehakiman Lebanon untuk memprotes kinerja Tariq Bitar. Namun, orang-orang tak dikenal melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa dari atas gedung. Tujuh orang gugur dan 60 lainnya terluka dalam insiden ini.

Hizbullah dan Gerakan Amal menyatakan kejahatan tersebut dilakukan oleh Partai al-Quwat al-Lubnaniyyah yang dipimpin oleh Samir Geagea. (RM)

Tags