Okt 20, 2021 16:47 Asia/Jakarta
  • Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-35 di Tehran
    Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-35 di Tehran

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah, Selasa (19/10/2021) dalam pidatonya di hari pertama Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-35 di Tehran, menekankan pentingnya pembentukan komite negara-negara Muslim yang bertemu secara rutin di Iran untuk bertukar pengalaman.

Sekjen Hizbullah dalam pidatonya mendorong untuk semakin mendekatkan mazhab-mazhab Islam, kerja sama dan dialog yang lebih intens di antara umat Islam, dan ulama.

Urgensitas pidato Sekjen Hizbullah dianggap cukup tinggi mengingat situasi sensitif, dan rentan yang dihadapi negara-negara serta bangsa Muslim dunia saat ini.

Pada rentang waktu sekarang ini, musuh Islam berusaha keras memecah belah negara-negara Muslim, dan menjauhkan kesucian Islam dari mereka, sehingga pada akhirnya bermaksud menghapus jejak Islam.

Selanjutnya, musuh Islam berupaya memposisikan rezim Zionis Israel sebagai pemain utama regional melalui proyek normalisasi hubungan dengan rezim ini. Berdasarkan proyek normalisasi tersebut, rezim-rezim Arab harus bertumpu pada Israel dalam melindungi kedaulatan dan kekuasaannya.

Pada kenyataannya, Sayid Hassan Nasrullah dalam pidatonya di Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-35 Tehran, menekankan urgensi pencerahan masyarakat negara-negara Muslim oleh para ulama, dan peringatan tentang konspirasi yang menargetkan Dunia Islam secara khusus, dan kawasan Asia Barat secara umum.

Sekjen Hizbullah juga menekankan urgensi kerja sama dan dialog di antara ulama Islam terkait upaya meyakinkan bangsa-bangsa Muslim seputar bahaya proyek normalisasi hubungan negara-negara Muslim dengan rezim Zionis Israel.

Sayid Hassan Nasrullah menegaskan bahwa sejak beberapa tahun lalu, Dunia Islam dihadapkan dengan banyak permasalahan dan fitnah besar, dan negara-negara adidaya dunia di bawah Amerika Serikat, mencoba menyerang hubungan di antara umat Islam.

pidato Sekjen Hizbullah di Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-35 di Tehran

 

Oleh karena itu, upaya dan peran Konferensi Internasional Persatuan Islam kali bisa bisa sangat efektif, sebagaimana disampaikan Sekjen Hizbullah bahwa sejumlah prestasi berhasil diraih konferensi ini dalam 20 tahun terakhir.

Salah satu peran dan upaya Konferensi Internasional Persatuan Islam yang terpenting adalah membantu negara-negara Muslim melewati banyak ancaman, tantangan dan menyelesaikannya.

Faktor lain yang menyebabkan pidato Sayid Hassan Nasrullah di konferensi ini penting adalah realitas bahwa kekuatan-kekuatan besar arogansi global lintaskawasan dengan porosnya yaitu rezim Zionis, demi melaksanakan kebijakan-kebijakannya, menganggap persatuan Islam sebagai faktor terpenting dan paling efektif untuk menggagalkan proyek-proyek anti-Islam.

Atas alasan inilah Sekjen Hizbullah begitu menekankan pentingnya kerja keras untuk menundukkan AS dan imperialisme dunia dengan persatuan, koordinasi dan kerja sama ulama Islam. Pasalnya, ia menganggap upaya-upaya koordinatif yang buahnya adalah persatuan di antara umat Islam, adalah senjata utama untuk melawan konspirasi musuh.

Sekarang ini, Dunia Islam dihadapkan dengan berbagai konspirasi dan skenario musuh, di antaranya pendudukan dan penjajahan tempat-tempat suci Islam di Palestina, dan upaya memisahkan identitas umat Islam, serta menciptakan perpecahan di antara negara-negara Muslim.

Tujuannya jelas, untuk mengalihkan perhatian dunia dari kejahatan Israel, dan pidato Sekjen Hizbullah berusaha menyadarkan Dunia Islam dari seknario busuk ini. Statemen Sayid Hassan Nasrullah sebenarnya menawarkan solusi bagi Dunia Islam agar terlepas dari jebakan ini.

Tentu saja gagasan Sekjen Hizbullah tersebut bertolak belakang dengan konspirasi dan skenario Amerika Serikat, rezim Zionis Israel dan Arab Saudi. (HS)

Tags