Okt 23, 2021 08:17 Asia/Jakarta

Perdana Menteri Zionis Israel Naftali Bennett bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama kunjungan ke Rusia.

Naftali Bennett bertemu dengan Vladimir Putin di Sochi pada hari Jumat (22/10/2021). Ini adalah kunjungan pertama Naftali Bennett ke Rusia sebagai Perdana Menteri Israel.

Sebelumnya, Benjamin Netanyahu telah mengunjungi Moskow beberapa kali dan bertemu dengan presiden Rusia.

Perdana Menteri Zionis Israel Naftali Bennet dan Presiden Rusia Vladimir Putin

Perjalanan Bennett ke Rusia dapat dianalisis secara kronologis.

Pertemuan itu terjadi saat kerusuhan meningkat di Wilayah Pendudukan. Rusia merupakan salah satu negara yang mengakui adanya kelompok Perlawanan di Palestina dan Lebanon serta memiliki hubungan politik dengan kelompok tersebut.

Dalam hal ini, Vladimir Putin baru-baru ini mengatakan tentang Hizbullah, "Pendapat tentang Hizbullah bervariasi dari satu negara ke negara lain, tetapi kami menganggapnya sebagai arus politik penting di Lebanon."

Oleh karena itu, selama kunjungannya ke Moskow, Bennett tampaknya mencoba menggunakan hubungan antara Rusia dan kelompok-kelompok Perlawanan untuk mengurangi kerusuhan di berbagai Wilayah Pendudukan.

Selain itu, Bennett melakukan perjalanan ke Moskow pada saat kemungkinan pembicaraan nuklir antara Iran dan kelompok 4 +1 semakin menguat.

Rusia adalah salah satu negara yang berusaha mengamankan kepentingan Iran dalam pembicaraan nuklir, sebuah isu yang ditentang oleh rezim Israel. Kecewa dengan strateginya untuk mencegah pemerintahan Biden kembali ke kesepakatan nuklir dengan Iran, Bennett telah meminta Dewan Keamanan untuk turun tangan menangani masalah nuklir.

Perdana Menteri Zionis Israel Naftali Bennett bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama kunjungan ke Rusia.

Karena itu, Perdana Menteri Zionis Israel menyebut pembahasan program nuklir Iran sebagai salah satu prioritas pertemuannya dengan Putin. "Kami akan membahas penangguhan kegiatan nuklir Iran dengan Vladimir Putin," katanya.

Isu ketiga yang penting dari segi waktu adalah isu Suriah. Rezim Zionis Israel telah menyerang Suriah beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir, dan kemungkinan meningkatnya ketegangan antara Suriah dan Israel telah berkembang.

Mengingat pengaruh Rusia di Suriah, Naftali Bennett juga bertemu dengan Putin untuk membahas krisis Suriah dan mencoba mencegah kemungkinan tanggapan Suriah terhadap serangan Israel.

Fokus lain dari kemungkinan pembicaraan Bennett dengan Putin adalah masalah domestik di Wilayah Pendudukan, termasuk serangan oleh kritikus sayap kanan seperti Benjamin Netanyahu. Naftali Bennett mencari dukungan Moskow dalam menjaga kohesi kabinet serta menggagalkan kritik dari para kritikus.

Selain itu, penguatan hubungan bilateral akan menjadi fokus lain pembicaraan antara Bennett dan Putin. Presiden Putin juga menyinggung masalah ini.

"Perdagangan antara Rusia dan Israel telah meningkat 50 persen dalam tujuh bulan pertama tahun ini, meskipun ada wabah Corona," kata Putin sebelum bertemu dengan Bennett.

Rezim Zionis Israel dan Rusia

Pada tingkat hubungan bilateral antara rezim Zionis dan Rusia, pembicaraan strategis reguler telah diadakan di tingkat tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Selama dekade terakhir, mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah melakukan perjalanan ke Rusia sekitar 20 kali, dan Putin telah melakukan perjalanan ke Wilayah Pendudukan tiga kali. Namun, kedua belah pihak tidak puas dengan tingkat hubungan bilateral mereka dan masih bekerja untuk meningkatkan tingkat hubungan bilateral.

Tags