Okt 25, 2021 12:56 Asia/Jakarta
  • Mohammad Shtayyeh.
    Mohammad Shtayyeh.

Pemerintah Otoritas Palestina menganggap rencana rezim Zionis membangun pemukiman baru di Tepi Barat sebagai serangan terang-terangan terhadap tanah rakyat Palestina.

Perdana Menteri Otoritas Palestina, Mohammad Shtayyeh mengutuk keputusan Israel untuk memperluas pemukiman Zionis di Tepi Barat.

"Langkah Israel telah menempatkan dunia terutama Amerika Serikat di hadapan tanggung jawab besar mereka untuk melawan agresi yang ditimbulkan oleh pembangunan pemukiman oleh Zionis," tambahnya seperti dikutip laman Mehrnews, Senin (25/10/2021).

Dia menuturkan, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dijadwalkan menggelar pertemuan darurat dengan tujuan meluncurkan kampanye global untuk menghentikan agresi Israel terhadap rakyat Palestina.

Menurut surat kabar The Jerusalem Post, rezim Israel bermaksud untuk menyetujui pembangunan lebih dari 3.100 unit rumah baru untuk wrga Zionis di Tepi Barat.

Beberapa hari lalu, sebuah lembaga hukum di wilayah pendudukan Palestina menyatakan pembangunan pemukiman di kota al-Khalil sedang ditindaklanjuti oleh kontraktor dan militer Israel.

Pembangunan pemukiman Zionis mengalami kenaikan yang signifikan selama kepemimpinan mantan Presiden AS Donald Trump. Pada 2020, Tel Aviv membangun 12.159 unit rumah baru, jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak 2012.

Perluasan pemukiman ilegal di tanah Palestina terus berlangsung di tengah sikap pasif masyarakat internasional. (RM)

Tags