Okt 25, 2021 15:17 Asia/Jakarta
  • Meski Berdamai dengan Arab, Suriah Tetap Kukuh Melawan Israel

Seorang pejabat Suriah mengatakan, pemulihan hubungan negara-negara Arab dengan Suriah tidak akan menghentikan perlawanan kami terhadap rezim Zionis.

Pejabat tersebut kepada televisi al-Mayadeen, Minggu (24/10/2021) menuturkan konsultasi antara Suriah dan Yordania sudah dimulai setahun yang lalu.

"Hubungan antara Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Raja Yordania Abdullah II bukanlah pertemuan pertama tahun ini. Beberapa utusan Amman telah berkunjung ke Damaskus tahun ini," tambahnya.

Sumber tersebut menegaskan Damaskus tidak akan mengubah posisinya terkait hubungan dengan rezim Zionis. Suriah menganggap normalisasi hubungan salah dan merugikan kepentingan Arab dan Palestina.

"Setiap perubahan posisi Suriah terkait Israel akan bermakna mengabaikan hak-hak dan hal ini (normalisasi) tidak pernah dibahas," tandasnya.

Dia mengatakan Suriah akan terus menentang Israel bahkan ketika memulihkan hubungannya dengan negara-negara yang berkompromi dengan Israel, seperti Yordania dan Uni Emirat Arab.

Pejabat Suriah ini menandaskan Suriah tidak akan menyerah berperang dengan Israel. Damaskus tidak akan bergabung dengan aliansi yang tidak sejalan dengan kepentingan dan prinsipnya.

Bulan lalu, media-media Yordania melaporkan bahwa Raja Abdullah II melakukan percakapan telepon dengan Presiden Bashar al-Assad.

Hubungan Yordania-Suriah baru-baru ini membaik setelah 10 tahun. Para pejabat kedua negara juga sepakat membuka kembali penerbangan Damaskus-Amman mulai 3 Oktober lalu. (RM)

Tags