Okt 26, 2021 14:03 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi bendera nasional Malaysia dan Palestina.
    Ilustrasi bendera nasional Malaysia dan Palestina.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyatakan blokade Jalur Gaza harus segera diakhiri.

Hal itu disampaikan Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah pada Selasa (26/10/2021).

Pejabat Hamas ini memuji sikap Malaysia dalam mendukung isu Palestina dan menentang normalisasi hubungan dengan rezim Zionis.

Menurut laman Palestine Today, Haniyeh dan Saifuddin berdiskusi tentang perkembangan terbaru di Palestina dan Quds, serangan Israel terhadap tempat-tempat suci, terutama Masjid al-Aqsa, upaya membagi masjid tersebut dari segi ruang dan waktu, serta larangan untuk jamaah Palestina memasuki Masjid al-Aqsa.

Dalam pembicaraan ini, Haniyeh juga mengangkat masalah perampasan tanah Palestina dan pengembangan pemukiman Zionis, serangan rutin Israel terhadap warga Tepi Barat, dan masalah penderitaan tahanan Palestina.

Dia menekankan perlunya mengambil langkah-langkah untuk membebaskan para tahanan.

Sementara itu, menlu Malaysia menegaskan kembali dukungan negaranya kepada rakyat Palestina.

"Malaysia selalu mendukung rakyat Palestina dan menentang normalisasi hubungan dengan rezim Zionis dan akan melanjutkan dukungannya kepada rakyat Palestina," tegasnya.

Israel telah memblokade Jalur Gaza dari darat, udara, dan laut sejak 2006. Warga Palestina menghadapi banyak masalah akibat blokade ini. (RM)

Tags