Okt 27, 2021 14:08 Asia/Jakarta
  • Parlemen Turki Perpanjang Operasi Militer Negaranya di Irak dan Suriah

Parlemen Turki kembali mengesahkan ketetapan mengenai perpanjangan operasi militer luar negeri pasukannya di Irak dan Suriah selama dua tahun lagi.

Pemerintah Turki mengajukan rancangan undang-undang ke parlemen yang menyerukan perpanjangan dua tahun izin operasi militernya di Irak dan Suriah.

Pemimpin oposisi, Ketua Partai Sosial Demokratik Turki,  Kemal Kılıçdaroğlu dalam sidang membahas pengirim pasukan ke Suriah mengkritik kebijakan Erdogan yang melancarkan agresi militer di Suriah

"Lebih baik membuka kembali kedutaan Turki di Damaskus, daripada mengirim pasukan," ujar  Kemal Kılıçdaroğlu. 

Selama beberapa tahun terakhir, tentara Turki telah berulang kali menginvasi Suriah, serta Irak, dan menduduki bagian dari kedua negara, sesuai dengan wewenang yang diberikan parlemen Turki.

Agresi ini mendapat reaksi keras dari pemerintah Irak dan Suriah, serta negara-negara lain di dunia.

Kepresidenan Irak baru-baru ini mengutuk agresi Turki di wilayah utara Irak, dan menyatakan bahwa serangan berulangkali tentara Turki di wilayah Irak merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Baghdad dan pelanggaran yang jelas terhadap hukum dan peraturan internasional yang melanggar hubungan bertetangga.

Pemerintah Suriah juga menggambarkan agresi Turki di Suriah sebagai pelanggaran yang jelas terhadap Piagam PBB, resolusi Dewan Keamanan dan perjanjian Sochi, Astana dan Moskow.

Turki selama ini menjadi salah satu pendukung utama kelompok teroris Suriah.(PH)

Tags