Nov 03, 2021 19:36 Asia/Jakarta
  • Abdallah Bouhabib, Menlu Lebanon
    Abdallah Bouhabib, Menlu Lebanon

Menteri Luar Negeri Lebanon mengatakan, beberapa media bukannya membantu menyelesaikan krisis Lebanon-Arab Saudi, malah menyulut api permusuhan. Menurutnya, Lebanon siap berdialog untuk menyelesaikan krisis, tapi tidak akan menerima dikte.

Dikutip TV Al Manar, Selasa (3/11/2021), surat kabar Saudi, Okaz baru-baru ini menulis, "Kami mendapatkan file pernyataan Menlu Lebanon yang disampaikan ke beberapa wartawan di tengah ketegangan Riyadh-Beirut, namun Kantor Menlu Lebanon berusaha agar statemen ini tidak dipublikasikan, dan meminta para wartawan tidak membocorkannya."
 
Okaz mengklaim, file suara ini menunjukkan tingkat kebencian Menlu Lebanon Abdallah Bouhabib terhadap Saudi, dan negara-negara pesisir Teluk Persia, juga membuktikan koordinasinya dengan "propaganda negatif" Hizbullah, dan dengan ini, kontradiksi statemen Menlu Lebanon di Haifa menjadi jelas.
 
Menanggapi tuduhan itu, Menlu Lebanon mengatakan, "File suara tersebut berasal dari masa sebelum krisis Lebanon dan Saudi yaitu hari Kamis, 28 Oktober 2021, dan saya menegaskan bahwa wawancara itu dilakukan dengan harapan untuk memulihkan hubungan dengan Saudi yang sudah sejak lama tidak harmonis."
 
"Saya berharap daripada mempublikasikan berita-berita tidak jelas, dan tidak benar yang menyulut api permusuhan, lebih baik surat kabar Saudi membantu kami menyelesaikan krisis ini," pungkasnya. (HS) 

Tags