Nov 11, 2021 11:53 Asia/Jakarta
  • Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati.
    Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati.

Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati menyatakan dukungannya kepada Hakim Tareq al-Bitar, yang memimpin penyelidikan kasus ledakan di pelabuhan Beirut.

Mikati dalam sebuah pernyataan hari Rabu (10/11/2021), menekankan perlunya untuk menyelesaikan pengusutan kasus ledakan di pelabuhan Beirut.

"Lembaga peradilan yang kredibel adalah satu-satunya lembaga resmi untuk mengumumkan hasil penyelidikan," tegasnya seperti dilaporkan al-Ahed News.

Menanggapi kritikan terhadap kinerja Tareq al-Bitar dalam menangani kasus tersebut, Mikati menuturkan pemerintah tidak ikut campur dalam urusan peradilan, tetapi mendukung penyidik khusus untuk melanjutkan pekerjaannya.

Politisasi kasus ledakan Beirut yang dilakukan oleh Hakim Tareq al-Bitar telah menyulut protes dari beberapa kelompok Lebanon, termasuk Hizbullah.

Ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut pada 4 Agustus 2020, menewaskan 211 orang dan melukai lebih dari 6.000 lainnya, serta menimbulkan kerusakan besar di ibu kota Lebanon.

Hampir 3.000 ton amonium nitrat, yang digunakan untuk membuat pupuk, dibiarkan berada di gudang pelabuhan Beirut selama bertahun-tahun. (RM)

Tags