Nov 23, 2021 15:49 Asia/Jakarta
  • Kataib Hizbullah Irak
    Kataib Hizbullah Irak

Menanggapi wawancara Menteri Luar Negeri Irak dengan sebuah stasiun televisi rezim Zionis Israel, Juru bicara Kataib Hizbullah Irak meminta lembaga peradilan negara ini untuk memeriksa Menlu Irak karena dianggap telah melanggar konstitusi.

Mohammad Muhyi, Selasa (23/11/2021) mengatakan, Menlu Irak Fuad Hussein tidak berhak menggunakan jabatan resminya untuk melakukan wawancara dengan media Zionis.
 
Stasiun televisi Israel, i24NEWS baru-baru ini menayangkan wawancara eksklusifnya dengan Menlu Irak. Wawancara ini dilakukan di sela lawatan Fuad Hussein ke Bahrain.
 
Jubir Kataib Hizbullah Irak menjelaskan, "Menlu Irak tidak berhak menyandera opini publik negara ini, dan kekuatan nasional mereka dengan menyalahgunakan jabatan resmi untuk melakukan wawancara dengan media Israel, lalu menyeret paksa Irak ke arah normalisasi hubungan dengan Zionis." 
 
"Hari ini kami mendesak partai-partai politik Irak untuk berusaha menyingkirkan orang-orang yang berusaha mempertahankan sikap menormalisasi hubungan dengan Israel, melalui cara-cara tidak langsung seperti ini," pungkasnya. (HS)

Tags