Nov 25, 2021 14:52 Asia/Jakarta
  • warga Turkmen Irak
    warga Turkmen Irak

Tokoh-tokoh politik Turkmen Irak mengumumkan penolakan tegas mereka atas segala bentuk keberlanjutan kehadiran pasukan Amerika Serikat di negara itu.

Sejumlah tokoh politik terkemuka Turkmen di Provinsi Diyala, Irak, Kamis (25/11/2021) menyampaikan penolakan mereka atas berlanjutnya kehadiran pasukan AS di Irak hingga awal Januari 2022.
 
Arshad Uglu, salah satu tokoh politik Turkmen Irak di Provinsi Diyala, kepada situs Al Maaloma mengatakan, "Pasukan AS bertanggung jawab atas sebagian besar krisis keamanan Irak, terutama karena aksi mencurigakan mereka dalam mendukung benih-benih ekstremisme sebelum dan setelah tahun 2014. Oleh karena itu kehadiran pasukan AS di Irak secara umum memberi pengaruh negatif terhadap keamanan negara."
 
Ia menambahkan, sikap warga Turkmen dalam mendukung pengusiran pasukan AS dari Irak, dan tidak tersisanya bahkan satu orang tentara AS di negara ini mulai Januari 2022, sepenuhnya jelas dan transparan.
 
Hassan Al Bayati, tokoh suku Turkmen Irak mengatakan, "Warga Turkmen mendukung sikap nasional yang menentang kehadiran pasukan AS di Irak. Pasalnya, Irak memiliki angkatan bersenjata yang mampu mengontrol keamanan, dan menggagalkan berbagai ancaman terhadap stabilitas negara." (HS)

Tags