Nov 25, 2021 22:04 Asia/Jakarta
  • Ziyad al-Nakhalah.
    Ziyad al-Nakhalah.

Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina mengatakan Iran telah menjadi pembela perjuangan Palestina, dan posisi Tehran tidak akan pernah berubah.

Ziyad al-Nakhalah mengatakan kepada televisi al-Mayadeen pada Rabu (24/11/2021) malam bahwa pembelaan Iran terhadap perjuangan Palestina dan permusuhannya dengan rezim Zionis, tidak akan pernah berubah.

"Bangsa Yaman yang tertindas juga membela Palestina dan kubu perlawanan," tambahnya.

Dia menuturkan kubu perlawanan telah memulihkan kekuatan militernya setelah Operasi Pedang al-Quds dan memperkuat persenjataannya dengan membangun senjata secara terus menerus.

"Kubu perlawanan juga memproduksi drone di daerah Gaza," kata al-Nakhalah.

Mengenai ketakutan rezim Zionis akan balasan kubu perlawanan terhadap serangannya, Sekjen Jihad Islam menandaskan Israel menganggap Gaza seperti bom waktu. Oleh karena itu, mereka mencoba menetralisir bom ini dengan menjanjikan untuk memfasilitasi masuknya barang ke Gaza.

Al-Nakhalah menegaskan perlawanan akan terus berlanjut dan tidak terikat dengan waktu atau tempat tertentu seperti Gaza. "Kubu perlawanan secara signifikan meningkatkan kekuatan senjatanya dengan memulihkan militernya setelah Operasi Pedang al-Quds," jelasnya.

Dia juga meminta pasukan jihad di kamp Jenin dan daerah lain di Tepi Barat untuk melaksanakan tugas mereka dan melanjutkan perlawanan. Menurutnya, Israel ingin rakyat Palestina menyerah sehingga bisa menguasai al-Quds dan Tepi Barat.

Serangan rezim Zionis di Tepi Barat dan Jalur Gaza (Operasi Pedang al-Quds) dimulai pada 10 Mei dan berakhir pada 21 Mei 2021. Israel meminta gencatan senjata setelah gagal menghadapi pasukan perlawanan Palestina. (RM)

Tags