Nov 27, 2021 18:38 Asia/Jakarta
  • Raja Yordania, Abdullah II dan Raja Bahrain, Hamad bin Isal al-Khalifa
    Raja Yordania, Abdullah II dan Raja Bahrain, Hamad bin Isal al-Khalifa

Perkembangan di negara-negara Asia Barat selama sepekan lalu diwarnai sejumlah isu penting seperti, pernyataan Sekjen Hizbullah; Selama Lebanon Diancam Israel, Hizbullah Tetap di Jantung Pertempuran.

Selain itu, masih ada peristiwa lain seperti Hamas: Negara-Negara yang Labeli Hizbullah Teroris adalah Mitra Penjajah ! Gerakan Jihad Islam: Iran Setia Bela Palestina, Irak Tembak Jatuh Drone Peledak yang Terbang ke Karbala, Al-Sadr Minta Semua Politisi Irak Hindari Konflik Politik, Raja Yordania Dukung Kedaulatan Suriah, Arab Saudi Buka Kembali Kedutaannya di Afghanistan, PM Israel: Orang-Orang Iran Menyiksa Kami dari Jauh, Sistem Pertahanan Suriah Semakin Banyak Jatuhkan Rudal Israel, Yaman Kecam Kemunafikan Amerika Serikat

Selama Lebanon Diancam Israel, Hizbullah Tetap di Jantung Pertempuran

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon dalam pidatonya pada Jumat (26/11/2021) malam mengatakan, selama Lebanon berada di bawah ancaman rezim Zionis Israel, maka Hizbullah akan tetap di jantung pertempuran untuk menjaga kemerdekaan negara ini.

Sekjen Hizbullah, Sayid Hasan Nasrullah

Sayid Hassan Nasrullah dalam pidatonya menyampaikan selamat atas Hari Kemerdekaan Lebanon kepada seluruh rakyat negara ini, dan memohon kepada Allah Swt agar rakyat Lebanon diberi kemampuan mendukung kemerdekaan dan kedaulatan nasional.

Ia menambahkan, "Menjaga kemerdekaan adalah hak kedaulatan, kebebasan, kemuliaan dan perang yang harus dilanjutkan. Mungkin Anda telah meraih kemerdekaan, tapi Anda tetap harus menjaganya. Kemerdekaan ini harus diubah menjadi kemerdekaan yang hakiki."

Sehubungan dengan impor bahan bakar dari Iran, Sekjen Hizbullah menuturkan, "Saat ini bensin dan solar ada di pasar, tidak ada antrian untuk mendapatkannya, kami melakukan ini untuk mengurangi penderitaan rakyat Lebanon."

Menurut Nasrullah, setiap barel solar dijual kepada warga Lebanon di bawah harga resmi pemerintah, dan sebuah kapal tanker baru dalam beberapa hari ke depan akan tiba di Lebanon.

Ia menegaskan, "Kami tetap berada di jantung pertempuran demi independensi, hak kedaulatan, dan kebebasan, dan dalam banyak fase kami menang. Kami percaya di hadapan kami ada lebih banyak kemenangan, dan suatu hari nanti kami akan menghadiahkan hak kedaulatan dan kebebasan hakiki yang tak bisa diingkari bagi negara ini."

"Dalam beberapa minggu dan bulan terakhir, serangan ke Hizbullah meningkat, serangan bukan hal baru, tapi intensitasnya yang baru," pungkas Nasrullah.

Hamas: Negara-Negara yang Labeli Hizbullah Teroris adalah Mitra Penjajah !

Juru Bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyebut negara-negara yang melabeli Hizbullah Lebanon sebagai kelompok teroris terlibat dalam kejahatan yang dilakukan penjajah.

Al-Akhbar Lebanon melaporkan, Hazem Qassem, Juru Bicara Hamas dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (25/11/2021) mengatakan bahwa tindakan Australia melabeli Hizbullah Lebanon sebagai kelompok teroris untuk mendukung rezim Zionis demi menutupi serangan penjajah yang sedang berlangsung terhadap bangsa-bangsa Arab dan umat Islam.

"Stempel teroris yang disematkan terhadap pasukan perlawanan Palestina oleh beberapa negara mengancam keamanan dan perdamaian di kawasan," ujar jubir Hamas.

"Komitmen Hizbullah terhadap kewajiban kemanusiaan, agama, nasional dan moralnya, serta pembelaannya terhadap rakyat dan tanahnya melawan agresi Zionis adalah tindakan yang jelas sesuai dengan semua hukum internasional dan aturan kemanusiaan," tegasnya.

Australia pada hari Rabu menempatkan sayap militer dan politik Hizbullah Lebanon sebagai organisasi teroris.

Tindakan pemerintah Australia mengikuti lobi rezim Zionis.

Amerika Serikat dan rezim Zionis selama ini telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi popularitas Hizbullah di Lebanon selama bertahun-tahun, tapi tidak pernah berhasil mewujudkan tujuan tersebut.

Gerakan Jihad Islam: Iran Setia Bela Palestina

Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina mengatakan Iran telah menjadi pembela perjuangan Palestina, dan posisi Tehran tidak akan pernah berubah.

Sekjen Jihad Islam Palestina, Ziyad al-Nakhalah

Ziyad al-Nakhalah mengatakan kepada televisi al-Mayadeen pada Rabu (24/11/2021) malam bahwa pembelaan Iran terhadap perjuangan Palestina dan permusuhannya dengan rezim Zionis, tidak akan pernah berubah.

"Bangsa Yaman yang tertindas juga membela Palestina dan kubu perlawanan," tambahnya.

Dia menuturkan kubu perlawanan telah memulihkan kekuatan militernya setelah Operasi Pedang al-Quds dan memperkuat persenjataannya dengan membangun senjata secara terus menerus.

"Kubu perlawanan juga memproduksi drone di daerah Gaza," kata al-Nakhalah.

Mengenai ketakutan rezim Zionis akan balasan kubu perlawanan terhadap serangannya, Sekjen Jihad Islam menandaskan Israel menganggap Gaza seperti bom waktu. Oleh karena itu, mereka mencoba menetralisir bom ini dengan menjanjikan untuk memfasilitasi masuknya barang ke Gaza.

Al-Nakhalah menegaskan perlawanan akan terus berlanjut dan tidak terikat dengan waktu atau tempat tertentu seperti Gaza. "Kubu perlawanan secara signifikan meningkatkan kekuatan senjatanya dengan memulihkan militernya setelah Operasi Pedang al-Quds," jelasnya.

Dia juga meminta pasukan jihad di kamp Jenin dan daerah lain di Tepi Barat untuk melaksanakan tugas mereka dan melanjutkan perlawanan. Menurutnya, Israel ingin rakyat Palestina menyerah sehingga bisa menguasai al-Quds dan Tepi Barat.

Serangan rezim Zionis di Tepi Barat dan Jalur Gaza (Operasi Pedang al-Quds) dimulai pada 10 Mei dan berakhir pada 21 Mei 2021. Israel meminta gencatan senjata setelah gagal menghadapi pasukan perlawanan Palestina.

Irak Tembak Jatuh Drone Peledak yang Terbang ke Karbala

Pasukan keamanan Irak menembak jatuh sebuah drone yang membawa bahan peledak di dekat perbatasan Provinsi Karbala.

Pasukan keamanan Irak pada Kamis (25/11/2021) menembak jatuh sebuah drone di dekat Provinsi Karbala, kata kantor berita Shafaq.

Sumber keamanan Irak mengatakan drone itu membawa 10 kilogram bahan peledak dan sedang terbang menuju ke pusat kota Karbala.

Otoritas Irak belum mengonfirmasi atau membantah laporan tersebut.

Meski Daesh dikalahkan pada November 2017, namun sel-sel tidur kelompok teroris itu masih melakukan serangan sporadis di beberapa bagian Irak.

Al-Sadr Minta Semua Politisi Irak Hindari Konflik Politik

Pemimpin Gerakan Sadr Irak meminta orang-orang yang menentang hasil pemilu untuk menjauhi pertikaian politik.

Moqtada al-Sadr

Moqtada al-Sadr, seperti dikutip Shafaq News, Rabu (24/11/2021), memuji pernyataan Kepala Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI), Jeanine Hennis-Plasschaert tentang hasil pemilu parlemen.

Al-Sadr menyeru semua orang untuk menjauhi pertikaian politik, kekerasan, dan destabilisasi. Menurutnya, posisi PBB merupakan peluang baru bagi mereka yang menolak hasil pemilu untuk mengevaluasi diri mereka lebih baik dan menerima hasilnya.

"Rakyat Irak sedang menanti kehadiran sebuah pemerintah mayoritas nasional untuk membawa keamanan, kedaulatan, stabilitas, dan kemakmuran bagi negara dan bangsa," tambahnya.

Al-Sadr menegaskan bahwa utusan PBB menekankan tidak ada kecurangan dalam pemilu. Oleh karena itu, pengadilan federal harus menangani protes secara profesional dan tidak menyerah pada tekanan politik.

Pekan lalu, Dewan Keamanan PBB juga mengeluarkan sebuah pernyataan yang meminta semua partai politik Irak untuk menggunakan cara-cara yang sah dan damai untuk menyelesaikan sengketa pemilu.

Beberapa partai politik dan koalisi Irak memprotes hasil pemilu dan menuding telah terjadi kecurangan. Pemilu parlemen Irak diselenggarakan pada 10 Oktober lalu.

Raja Yordania Dukung Kedaulatan Suriah

Raja Yordania Abdullah II menekankan perlunya menjaga kedaulatan dan integritas teritorial Suriah.

Ia menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan Raja Bahrain Hamad Bin Isa Al Khalifa di Istana Al Sakhir di bagian barat Bahrain, Senin (22/11/2021).

"Pihak asing harus mengakhiri campur tangan mereka dalam urusan negara-negara kawasan," tegas Raja Yordania seperti dikutip Sputnik.

Raja Abdullah II

Sebelumnya, seorang pejabat senior Suriah berbicara tentang dimulainya kembali kontak antara Damaskus dan Amman. Dia mengatakan konsultasi antara Suriah dan Yordania sudah dimulai setahun yang lalu.

"Beberapa utusan Amman telah berkunjung ke Damaskus tahun ini," kata pejabat tersebut.

Hubungan Yordania-Suriah baru-baru ini membaik setelah 10 tahun. Para pejabat kedua negara juga sepakat untuk membuka kembali penerbangan Damaskus-Amman mulai 3 Oktober 2021.

Para pengamat politik percaya bahwa hubungan Damaskus dengan negara lain merupakan indikasi dari kegagalan kebijakan tekanan dan sanksi AS terhadap Suriah.

Arab Saudi Buka Kembali Kedutaannya di Afghanistan

Media-media Arab menyatakan Kedutaan Arab Saudi di Afghanistan kemungkinan akan dibuka kembali.

"Saudi memutuskan untuk melanjutkan hubungan diplomatik dengan Afghanistan setelah Uni Emirat Arab," kata laporan Channel 9 Arab seperti dikutip media Iran, ISNA, Selasa (23/11/2021).

"Kedutaan Saudi di Kabul akan segera dibuka kembali," tambahnya.

Wakil juru bicara Taliban, Anatullah Samangani dalam sebuah tweet mengatakan Uni Emirat Arab telah membuka kembali kedutaannya di Kabul dengan mengibarkan benderanya.

Taliban sedang berusaha untuk mendapatkan pengakuan dari komunitas internasional sejak 15 Agustus setelah mereka berkuasa di Afghanistan.

PM Israel: Orang-Orang Iran Menyiksa Kami dari Jauh

Perdana Menteri rezim Zionis Israel dalam pidato terbarunya kembali mengulang klaim anti-Iran. Menurutnya, orang-orang Iran menyiksa Israel dari jauh.

Naftali Bennett, Selasa (23/11/2021) kembali mengeluarkan statemen yang menyerang program nuklir, dan sikap regional Iran, menjelang perundingan Wina.

PM Israel, Naftali Bennett

Ia menuturkan, "Orang-orang Iran meski tinggal di Tehran dalam situasi aman, mengepung Israel dengan rudal. Mereka menyiksa kami dari jauh, dan akan melukai kami."

PM Israel kemudian menyampaikan tuduhan tak berdasar terkait dukungan Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC terutama Pasukan Quds, terhadap terorisme. Bennett juga menyinggung perundingan Wina yang akan digelar beberapa hari ke depan.

"Bahkan jika kesepakatan antara Iran dan adikuasa dunia dicapai, Israel tetap bukan bagian darinya, dan tidak mempercayainya. Mungkin saja terbuka sebuah era rumit termasuk tidak dicapinya kesepakatan dengan sekutu-sekutu kami, tapi Israel akan terus mempertahankan kebebasan bertindaknya. Ini tidak akan menjadi yang pertama. Bahkan jika terdapat peluang kembali ke JCPOA sekali pun," ujarnya. 

PM Israel menegaskan, "Kesalahan pasca-kesepakatan nuklir tahun 2015 tidak akan terulang. Seperti obat tidur yang mempengaruhi kami, dan Israel tertidur. Kami belajar dari kesalahan ini. Kami akan tetap mempertahankan kebebasan bertindak kami."

Sistem Pertahanan Suriah Semakin Banyak Jatuhkan Rudal Israel

Deputi Kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah mengatakan, serangan udara terbaru rezim Zionis Israel ke Homs, menyebabkan seorang tentara Suriah terluka. Menurutnya, dalam serangan itu sistem pertahanan udara Pantsir-S menembak jatuh 10 rudal Israel.

Vadim Kulit seperti dikutip kantor berita Rusia, RIA Novosti, Rabu (24/11/2021) menuturkan, "Militer Suriah malam lalu, dengan menggunakan sistem pertahanan udara buatan Rusia, berhasil menembak jatuh sebagian besar rudal yang diluncurkan jet tempur Israel ke Homs."

Ia menambahkan, "Pada hari Rabu pukul 2:28 hingga 2:38 dinihari, enam jet tempur F-16, Israel menembakan 12 rudal ke sejumlah target di Provinsi Homs."

Vadim Kulit menjelaskan, 10 dari 12 rudal yang ditembakan jet tempur Israel ke Homs itu berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Pantsir-S.

Kanal 2 TV Israel mengabarkan, sistem pertahanan udara Suriah berhasil membendung serangan jet tempur Israel ke Homs, dan menembaki jet-jet tempur tersebut.

Salah satu rudal Suriah mampu mengejar jet tempur Israel hingga ke dalam wilayah Palestina pendudukan, dan akhirnya meledak di langit kota Haifa, tanpa berhasil dijatuhkan oleh sistem pertahanan udara Israel.

Yaman Kecam Kemunafikan Amerika Serikat

Kepala Dewan Tinggi Politik Yaman mengatakan blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat merupakan kejahatan perang, yang telah menghancurkan kehidupan lebih dari 25 juta orang Yaman.

Mahdi al-Mashat dalam sebuah pernyataan pada Selasa (23/11/2021), menuturkan di masa lalu negara-negara koalisi agresor yang dipimpin oleh AS, berusaha untuk menggagalkan misi mantan utusan khusus PBB dan sekarang mencoba untuk mengulangi hal yang sama.

"PBB harus menekan koalisi Arab Saudi-Uni Emirat Arab, terutama AS agar mencabut blokade Yaman dan mengizinkan produk minyak memasuki pelabuhan al-Hudaydah," tambahnya seperti dikutip televisi Almasirah.

Kementerian Luar Negeri Yaman menyatakan pada Senin malam bahwa kemunafikan Washington yang mengaku ingin menciptakan perdamaian di Yaman hanyalah upaya putus asa untuk menyesatkan opini publik Amerika dan negara-negara lain.

"Pernyataan dan posisi sejumlah pejabat AS bersumber dari pendekatan standar ganda, karena mereka mengesankan dirinya ingin mengakhiri perang dan penderitaan rakyat Yaman. Klaim palsu AS hanyalah kedok untuk (menutupi) kejahatan mereka dan terorisme sistematis terhadap Yaman," kata statemen tersebut.

"Bersamaan dengan klaim-klaim itu, pemerintah AS justru mengadopsi kebijakan permusuhan yang menargetkan wilayah dan rakyat Yaman," tegasnya.

 

 

Tags