Nov 29, 2021 12:31 Asia/Jakarta
  • Hassan Fadlallah.
    Hassan Fadlallah.

Seorang legislator Lebanon dari Fraksi Hizbullah mengatakan, para pejabat Amerika Serikat telah memulai kampanye politik terhadap kubu perlawanan sehingga dapat memangkas jumlah kursi mereka.

Hassan Fadlallah, seperti dikutip laman al-Ahed, Minggu (28/11/2021), menambahkan AS, melalui organisasi dan beberapa partai yang didukungnya di Lebanon, mengangkat isu-isu politik, padahal partai-partai ini tidak punya program ekonomi untuk rakyat Lebanon.

"Partai-partai ini tidak punya program untuk menghentikan laju penurunan nilai mata uang Lebanon, menyelesaikan krisis listrik, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung sektor produksi," ujarnya.

Dalam pemilu mendatang, kata Fadlallah, AS juga berniat melancarkan serangan terhadap kubu perlawanan dan senjata mereka.

"Serangan terhadap kubu perlawanan adalah kampanye politik yang mulai dilakukan AS dan untuk mencapai tujuannya, AS mempertimbangkan tekanan ekonomi dan perbankan Lebanon sehingga masyarakat kecewa dan membatalkan partisipasinya dalam pemilu," ungkapnya.

Menurut anggota parlemen Lebanon ini, pemerintah AS secara terbuka mengintervensi Lebanon dan melibatkan diri dalam kampanye pemilu. Washington mendukung orang-orang korup untuk masuk ke pemerintah, tetapi mereka akan gagal.

Fadlallah menegaskan Hizbullah tidak mengumbar janji, tetapi pihaknya akan menawarkan program nasional untuk menyelesaikan masalah Lebanon, karena melayani masyarakat, tidak ada hubungannya dengan pemilu, tapi merupakan sebuah kewajiban agama dan moral.

Lebanon akan menyelenggarakan pemilu dini parlemen pada 27 Maret 2022. (RM)

Tags