Des 04, 2021 14:38 Asia/Jakarta
  • jet tempur Rafale buatan Prancis
    jet tempur Rafale buatan Prancis

Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman merespon lawatan Presiden Prancis ke Arab Saudi dan mengatakan, Prancis terlibat dalam kejahatan perang di Yaman.

Mohammed Ali Al Houthi, Jumat (3/12/2021) di akun Twitternya menulis, "Langkah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Saudi, membuktikan keterlibatannya dalam pembunuhan warga sipil dan anak-anak di distrik Maqbanah, Provinsi Taiz, Yaman, dan kami mengecamnya."

Ia menambahkan, "Permintaan Macron pada negara-negara Eropa untuk melanjutkan penjualan senjata ke negara-negara penyerang Yaman, dan Prancis satu di antaranya, adalah bentuk kejahatan perang."

Presiden Prancis dalam lawatan dua harinya ke negara-negara pesisir selatan Teluk Persia hari Jumat, bertemu dengan Putra Mahkota Uni Emirat Arab. Dalam pertemuan ini ditandatangani kontrak penjualan 80 unit jet tempur Rafale buatan Prancis ke UEA, senilai 14 miliar euro.

Saat berkunjung ke Saudi, Macron juga menandatangani kontrak serupa dengan Putra Mahkota Saudi. Sebagaimana diketahui Saudi dan UEA menggunakan senjata yang dibeli dari negara-negara Barat termasuk Prancis untuk membunuh rakyat Yaman. (HS)

Tags