Des 04, 2021 19:12 Asia/Jakarta
  • Ismail Haniyeh.
    Ismail Haniyeh.

Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan umat Islam harus berusaha untuk menghentikan kebijakan normalisasi hubungan dengan penjajah Israel.

Haniyeh dalam wawancara dengan kantor berita Mehr Iran, Sabtu (4/12/2021), menambahkan normalisasi hubungan dengan rezim Zionis harus segera dihentikan, karena kebijakan ini hanya membawa keburukan.

"Jelas bahwa normalisasi hubungan dengan rezim Zionis hanya melayani Tel Aviv," tegasnya.

Menurut Haniyeh, normalisasi mencoreng wibawa umat Islam dan menghancurkan sejarahnya. Oleh karena itu, kami meminta seluruh umat Islam untuk berusaha dan bertindak menghentikan kebijakan normalisasi.

Dia menyeru pihak-pihak yang telah memulihkan hubungan untuk meninjau ulang kebijakan mereka, karena normalisasi hanya membawa keburukan.

"Kami menyerukan kepada pemerintah yang telah menandatangani perjanjian untuk memulihkan hubungan dengan rezim Zionis agar meninjau kembali langkah itu," imbuh petinggi Hamas ini.

Pada hari Kamis, Ismail Haniyeh dalam pidatonya pada "Konferensi Pelopor al-Quds" di Istanbul, Turki, mengatakan perang Pedang al-Quds merupakan titik balik penting dalam perjuangan melawan rezim penjajah Zionis.

"Pedang al-Quds hanya akan disarungi dengan pembebasan seluruh tanah Palestina, al-Quds, dan Masjid al-Aqsa," tegasnya.

Dia menandaskan Quds adalah titik dasar konflik dengan musuh Zionis. Perlawanan akan terus bersiap dan memperkuat dirinya, dan perlawanan akan tetap menjadi pilihan strategis bagi kami. (RM)

Tags