Des 07, 2021 15:30 Asia/Jakarta
  • Naftali Bennett dan Benjamin Netanyahu
    Naftali Bennett dan Benjamin Netanyahu

Surat kabar rezim Zionis Israel menyebut opsi militer Israel terhadap Iran terlalu diglorifikasi, dan menyarankan agar Tel Aviv bersekutu dengan negara-negara Arab kawasan daripada mengancam Tehran.

Surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth (Ynetnews), Selasa (7/12/2021) dalam artikel yang ditulis Ofer Shelah, salah satu anggota Knesset, menyarankan kepada rezim Israel untuk menyingkirkan ancaman-ancaman militer kosong terhadap Iran. Ia menganggap mulut besar bukanlah senjata yang efektif untuk melawan Iran.
 
Menurut Ofer Shelah, salah satu efek samping dari ancaman nuklir Iran, berhubungan dengan Israel, dan hal ini menyebabkan upaya membedakan kekhawatiran keamanan dan masalah dalam negeri menjadi semakin sulit. Penyebabnya tentu Benjamin Netanyahu yang menggabungkan ambisi nuklir Iran dengan kebijakan menipunya terkait Amerika Serikat.
 
"Sejak terbentuknya kabinet baru Israel pada bulan Juni 2021 lalu, pejabat Tel Aviv selalu mengulang klaim bahwa Netanyahu tidak menyisakan sedikit pun dari kemampuan Israel untuk membalas ancaman Iran secara militer kecuali kerusakan," paparnya.
 
Ofer Shelah menegaskan, "Masalah tentang seberapa banyak Israel punya bom penghancur bungker atau apakah Israel mampu mengisi bahan bakar jet-jet tempurnya dalam perjalanan panjang menuju Iran, dapat membantu segelintir orang yang memiliki angan-angan melancarkan serangan militer ke Iran." (HS)

Tags