Des 07, 2021 21:25 Asia/Jakarta
  • Bentrokan warga Palestina dan aparat keamanan rezim Zionis di Tepi Barat.
    Bentrokan warga Palestina dan aparat keamanan rezim Zionis di Tepi Barat.

Media Israel dalam sebuah laporan menyatakan setelah terjadi dua operasi mati syahid baru-baru ini di Tepi Barat dan Quds, kekhawatiran telah meningkat tentang meluasnya gerakan perlawanan rakyat Palestina di daerah itu.

Surat kabar Haaretz menulis pada Selasa (7/12/2021) bahwa menyebarnya operasi perlawanan di Tepi Barat dan Quds merupakan mimpi buruk bagi rezim Zionis.

Menurut laporan itu, rezim Zionis sangat prihatin dengan situasi keamanan di Tepi Barat dan Quds pendudukan.

Pejabat politik dan lembaga-lembaga keamanan dan militer Israel telah membahas potensi terjadinya operasi perlawanan dan bahaya penyebarannya ke wilayah pendudukan tahun 1948.

Menurut Haaretz, Tel Aviv, yang takut akan terjadinya operasi perlawanan, mengumumkan status siaga di pintu-pintu penyeberangan dan di sepanjang wilayah pendudukan tahun 1948. Israel juga memutuskan pengerahan lebih banyak pasukan di Tepi Barat dan Quds pendudukan.

Laman Palestine Today menyatakan keputusan itu diambil setelah aparat keamanan rezim Zionis tidak menemukan keterkaitan antara pelaku dua operasi mati syahid baru-baru ini dengan faksi-faksi Palestina. Disimpulkan bahwa kedua operasi itu, terutama yang dilakukan oleh Fadi Abu Shkhaydam, dilakukan secara individu.

Badan-badan keamanan Israel sekarang sangat prihatin dengan meningkatnya operasi perlawanan dan gelombang baru serangan individu, seperti yang terjadi pada Oktober 2015.

Pada Senin kemarin, seorang remaja Palestina (Mohammad Nidal Younis) menabrakkan mobilnya ke pos pemeriksaan Jabara antara Tulkaram dan al-Taiba di Tepi Barat, yang menyebabkan seorang tentara Israel terluka. (RM)

Tags