Des 09, 2021 13:56 Asia/Jakarta
  • Penasihat Keamanan Nasional UEA dan Presiden Iran
    Penasihat Keamanan Nasional UEA dan Presiden Iran

Seorang pejabat pemerintah Uni Emirat Arab dalam wawancara dengan media Amerika Serikat, Axios mengungkap tiga alasan perubahan kebijakan negara ini terkait Iran, Qatar dan Turki.

Seorang pejabat UEA, Rabu (8/12/2021) dalam wawancara dengan situs berita Axios, mengungkap tiga alasan mengapa negaranya berusaha mereduksi ketegangan hubungan dengan Iran, Qatar dan Turki.
 
Tanpa menyebut identitas pejabat UEA itu, Axios menjelaskan, tiga alasan utama mengapa UEA mengubah kebijakannya terkait Iran, Qatar dan Turki, pertama, campur tangan UEA dalam perang di Yaman dan Libya yang menyebabkan kerugian finansial, diplomatik dan identitas nasional negara ini.
 
Kedua, perekonomian UEA menerima pukulan telak akibat penyebaran wabah virus Corona, dan ketiga, tidak adanya kepastian jaminan dari AS di kawasan sehingga menyebabkan keraguan UEA, dan Abu Dhabi merasa tidak ada seorang pun yang akan menolongnya.
 
Menurut pejabat UEA itu, kekhawatiran Abu Dhabi menguat terutama setelah mantan Presiden AS Donald Trump menolak membalas serangan ke fasilitas minyak Arab Saudi, Aramco, dan serangan ke kapal-kapal di dekat pelabuhan UEA.
 
Pada Senin lalu, Penasihat Keamanan Nasional UEA Syeikh Tahnoun bin Zayed Al Nahyan melakukan kunjungan ke Iran, dan bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkhani, dan Presiden Iran Ebrahim Raisi. (HS)

Tags