Des 19, 2021 11:41 Asia/Jakarta

Beberapa hari terakhir serangan brutal militer rezim Zionis Israel di Tepi Barat Sungai Jordan meningkat drastis.

Bulan Sabit Palestina Jumat (17/12/2021) sore mengonfirmasi sedikitnya 154 warga Palestina terluka akibat serangan pemukim dan militer Zionis ke berbagai wilayah di Tepi Barat. Sebagian wilayah Tepi Barat selama beberapa hari terakhir menyaksikan aksi demo warga Palestina memprotes keputusan pejabat Israel membangun pemukiman Zionis. Tapi sayangnya aksi demo mereka direspon dengan kekerasan oleh militer Israel.

Pada dasarnya alasan eskalasi serangan brutal ini penting untuk dicermati dari sejumlah sisi. Pertama, ketidakpedulian dan kebungkaman berbagai lembaga dan organisasi internasional serta dunia, dan juga Arab. Sikap lembaga dan organisasi internasional terkait hal ini tidak mengejutkan bagi siapa pun, oleh karena itu, berbagai faksi muqawama Palestina meyakini perlawanan sebagai solusi tunggal untuk membebaskan Palestina dari cengkeraman penjajah. Mereka juga menolak segala bentuk negosiasi dengan rezim Zionis. Tak hanya itu, faksi muqawama Palestina tidak lagi optimis dan mengandalkan organisasi serta lembaga internasional.

Bentrokan Militer Israel dengan warga Palestina (dok)

Oleh karena itu, kejahatan terbaru Israel terhadap bangsa Palestina sebuah contoh lain dari dukungan Barat terhadap rezim ilegal ini dan lampu hijau bagi Tel Aviv untuk melanjutkan serangan brutal seperti ini.

Alasan kedua adalah semakin aktifnya orang-orang Palestina di Tepi Barat. Dalam beberapa minggu dan bulan terakhir, orang-orang Palestina di Tepi Barat telah bangkit melawan Israel dan kebijakannya yang belum pernah terjadi sebelumnya. Contoh terbaru adalah operasi anti-Zionis baru-baru ini di kota Nablus. Tindakan Palestina ini, baik dalam mendukung perlawanan Palestina di Jalur Gaza atau dalam menentang rencana, pendudukan dan penindasan rezim Zionis, adalah masalah yang sangat penting dan, tentu saja, belum pernah terjadi sebelumnya yang tengah terbentuk dan mengubah perimbangan bumi pendudukan Palestina.

Alasan ketiga adalah ketakutan Zionis. Salah satu alasan utama yang mendorong Israel dan pemukim Zionis selama beberapa hari terakhir meningkatkan serangan brutalnya terhadap warga Palestina adalah ketakutan akan kebangkitan dan aktifnya bangsa Palestina. Zionis khususnya setelah kekalahan perang 11 hari ke Jalur Gaza dan kesuksesan enam tahanan Palestina melarikan diri dari penjara Jalbu, salah satu penjara paling ketat keamanannya di Israel, serta solidaritas warga Palestina Tepi Barat terhadap mereka dan muqawama, menyadari dengan baik bahwa warga Palestina di Tepi Barat mulai tergerak untuk bergabung dengan muqawama. Dengan demikian, Israel mulai meningkatkan aksi-aksi keamanan terhadap warga Palestina ini.

Alasan keempat dalam hal ini, yang sebenarnya merupakan masalah yang memalukan bagi rezim Arab, adalah masalah "normalisasi" beberapa rezim Arab dengan rezim Zionis. Rezim-rezim Arab ini saat menyambut pemimpin Zionis, yang menurut sumber Israel, rezim ini berencana membangun 12.000 rumah baru di Dataran Tinggi Golan yang diduduki. Oleh karena itu, dengan kedok normalisasi hubungan, Tel Aviv berencana memanfaatkan rezim-rezim Arab untuk programnya ini.

Alasan kelima adalah transformasi internal di bumi Palestina pendudukan dan tokoh Zionis. Kabinet Israel selama beberapa hari terakhir berusaha keras mencitrakan diri sebagai kabinet yang kuat melalui serangan-serangan internal, ancaman dan omong kosong eksternal. Dengan demikian, ketika kabinet Israel berusaha untuk membuktikan diri, justru muqawama Palestina menegaskan urgensitas perlawanan menghadapi agresi Zionis dan menilai muqawama sebagai solusi tunggal melawan rezim Zionis Israel.

Sekaitan dengan ini, Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah kembali menekankan urgensitas muqawama melawan Zionis dan memuji aksi anti-Israel terbaru di kota Nablus. Ia mengatakan, bangsa Palestina akan menginjak-injak kesepakatan abad dan statemen Amerika untuk mengumumkan kota Quds sebagai ibu kota Israel dan merobeknya dengan roket, teriakan dan perlawanan di Quds serta Masjid al-Aqsa. (MF)

 

Tags