Des 27, 2021 08:52 Asia/Jakarta

Markas gabungan kelompok-kelompok Perlawanan Palestina di Jalur Gaza mengumumkan bahwa latihan militer gabungan faksi-faksi ini, yang diberi nama "al-Rukn al-Shadid 2", dimulai hari Ahad (26/12/2021), dan akan berlanjut selama beberapa hari.

Latihan kelompok perlawanan Palestina penting dalam beberapa dimensi.

Dimensi pertama adalah waktu latihan.

Kelompok-kelompok Perlawanan Palestina memulai latihan militer

Latihan itu dilakukan pada saat kejahatan rezim penjajah al-Quds terhadap warga Palestina sedang meningkat. Zionis Israel bukan hanya tidak menghentikan kejahatannya sejak perang 12 hari bulan Mei, tetapi terus melakukan kejahatan dalam berbagai bentuk.

Dalam kasus terbaru, Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (25/12) malam bahwa 247 warga Palestina telah terluka dalam serangan udara Israel di desa Burqa, barat laut Nablus.

Latihan militer kelompok-kelompok Perlawanan adalah peringatan bagi rezim Zionis tentang konsekuensi dari kelanjutan kejahatan ini.

Berkenaan dengan itu, kelompok-kelompok Perlawanan telah menyatakan bahwa tujuan diadakannya latihan tersebut adalah untuk meningkatkan efisiensi dan kesiapan tempur mereka dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman.

Dimensi kedua adalah peringatan kelompok-kelompok Perlawanan Palestina terhadap rezim zionis.

Rezim Zionis tidak memenuhi kewajibannya kepada warga Palestina berupa gencatan senjata pada Mei 2021, termasuk penghentian kejahatan dan pertukaran tahanan.

Latihan ini merupakan peringatan bagi rezim Zionis bahwa jika tidak memenuhi komitmennya, ia harus menghadapi pertempuran skala penuh.

Markas gabungan kelompok-kelompok Perlawanan Palestina di Jalur Gaza mengumumkan bahwa latihan militer gabungan faksi-faksi ini, yang diberi nama "al-Rukn al-Shadid 2", dimulai hari Ahad (26/12/2021), dan akan berlanjut selama beberapa hari.

Surat kabar al-Araby al-Jadeed juga mengutip beberapa sumber Palestina yang mengatakan bahwa faksi-faksi Perlawanan Palestina di Jalur Gaza telah sepakat jika upaya para mediator gagal untuk memaksa rezim Zionis memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata di Gaza, termasuk pembangunan kembali wilayah ini dan memperbaiki situasi ekonominya, maka untuk secara bertahap mereka akan mengintensifkan tindakannya terhadap rezim ini.

Dimensi ketiga adalah konvergensi antara kelompok-kelompok Perlawanan Palestina.

Latihan tersebut diadakan dengan partisipasi berbagai kelompok Palestina, yang merupakan latihan kedua al-Rukn al-Shadid.

Mengadakan latihan semacam itu akan mengarah pada konvergensi di antara kelompok-kelompok perlawanan Palestina untuk melawan ancaman bila perlu.

"Latihan ini mencakup aktivitas pelatihan dan kegiatan militer untuk bertukar pengalaman antara semua kelompok Perlawanan demi mencapai konvergensi dan penyatuan konsep serta mempercepat pelaksanaan misi yang otoritatif dan efisien," sebagaimana disebutkan dalam pernyataan markas gabungan.

Dimensi keempat bertepatan dengan operasi mati syahid warga Palestina di Tepi Barat dan al-Quds.

Tepi Barat dan kota al-Quds telah menjadi tempat konfrontasi dengan penjajah Zionis dalam beberapa hari terakhir dan menyaksikan operasi mati syahid.

Latihan ini setidaknya mengungkapkan penekanan faksi-faksi Palestina pada Perlawanan.

Sejatinya, sementara operasi mati syahid dilakukan secara individu, kelompok-kelompok Palestina juga menekankan kesiapan secara berkelompok untuk menghadapi rezim penjajah.

Abdul Hakim Hanini, salah satu pemimpin Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas)

Dalam hal ini, Abdul Hakim Hanini, salah satu pemimpin Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), mengatakan bahwa musuh Israel harus bersiap untuk pertempuran skala penuh.

Menurutnya, "Perlawanan dalam segala bentuknya dan di puncaknya, perlawanan bersenjata mampu mengusir pemukiman zionis dan menghentikan serangan mereka."

"Operasi penembakan yang dilakukan oleh pahlawan kita di Tepi Barat adalah pesan utama, dan musuh harus bersiap untuk pertempuran skala penuh dengan semua anak bangsa kita yang berusaha untuk menghancurkan penjajahan, pemukiman dan membasminya," ungkapnya.

Tags