Jan 08, 2022 17:09 Asia/Jakarta
  • Presiden Lebanon, Aoun dan PM Mikati
    Presiden Lebanon, Aoun dan PM Mikati

Perkembangan di negara-negara Asia Barat pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting seperti PM dan Presiden Lebanon Sepakati Sidang Istimewa.

Selain itu, masih ada peristiwa lain di antaranya, Hariri Tolak Hadiri Rekonsiliasi Nasional Lebanon, Pidato Sekjen Hizbullah Lebanon Peringati Haul Syahid Soleimani, Menlu Israel: Jika Kesepakatan Iran Baik, Kami Tak Menolak, Presiden Irak: Syahid Soleimani Bantu Irak di Saat Kritis, Kapal UEA yang Disita Yaman Angkut Peralatan Militer, Jihad Islam Palestina: Zionis Tak akan Tenang hingga Kehancurannya.

PM dan Presiden Lebanon Sepakati Sidang Istimewa

Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati mengumumkan kesepakatan dengan Presiden Lebanon untuk mengadakan sidang istimewa di parlemen.

PM Lebanon Najib Mikati

Russia Today melaporkan, Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati setelah bertemu dengan Presiden Lebanon Michel Aoun di Istana negara ini hari Rabu (5/1/2022) mengatakan, "Pertemuan dengan Michel Aoun membuahkan hasil dan kesepakatan yang dicapai untuk mengadakan sidang istimewa di parlemen,".

Sidang istimewa adalah sidang yang diadakan atas permintaan Perdana Menteri atau mayoritas anggota parlemen yang biasanya penting dan mendesak untuk mengatasi masalah tertentu. Jumlah sidangnya tidak diketahui dan berlangsung terus sampai tujuan yang diinginkan tercapai.

Mikati juga menambahkan, "Anggaran 2022 sudah siap dan akan disampaikan dalam dua hari ke depan, dan rapat kabinet akan diadakan segera setelah anggaran diterima. Dalam pertemuan itu juga disepakati bahwa masalah keuangan terkait pegawai pemerintah akan diselesaikan,".

Pemerintah Lebanon tidak mengadakan rapat kabinet sejak 12 Oktober, dan hal ini secara fundamental mempengaruhi kinerja pemerintah.

Hariri Tolak Hadiri Rekonsiliasi Nasional Lebanon

Saad Hariri, mantan perdana menteri Lebanon menyatakan dirinya tidak akan ambil bagian dalam rekonsiliasi nasional yang diprakarsai oleh presiden Lebanon.

Russia Today hari Jumat (7/1/2022) melaporkan, Mantan Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri dalam kontak telpon dengan Presiden Lebanon Michel Aoun mengumumkan tidak akan mengambil bagian dalam pembicaraan rekonsiliasi nasional, karena negosiasi pada tingkat seperti itu harus dilakukan setelah pemilu legislatif.

Michel Aoun sebelumnya menyerukan pembicaraan rekonsiliasi nasional yang mendesak tentang masalah keuangan dan strategi pertahanan serta reformasi yang diperlukan di Lebanon.

Pemilu parlemen Lebanon dijadwalkan akan digelar pada 15 Mei 2022.

Pidato Sekjen Hizbullah Lebanon Peringati Haul Syahid Soleimani

Sekjen Hizbullah Lebanon mengatakan konsekuensi dari pembunuhan Syahid Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis masih berlanjut.

Sayid Hasan Nasrullah

“Melaksanakan peringatan haul ini bertujuan untuk menyampaikan terima kasih kepada dua syuhada besar ini,” kata Sayid Hassan Nasrallah dalam pidatonya pada acara haul Syahid Soleimani dan al-Muhandis di Lebanon, Senin (3/1/2022) malam.

“Selain untuk menghargai mereka, pelaksanaan haul merupakan penekanan pada kelanjutan jihad, perlawanan, dan konfrontasi terhadap skenario Amerika Serikat dan Zionis,” tambahnya seperti dilaporkan televisi al-Manar.

Sekjen Hizbullah menandaskan AS telah menciptakan Daesh dan bertanggung jawab atas semua kejahatan yang terjadi di Irak.

“Adapun Syahid Soleimani, dia membela Irak untuk melawan teroris. Apakah adil membandingkan antara penjahat AS dan Iran yang berdiri di samping rakyat Irak?” tegasnya.

Sayid Nasrallah menekankan bahwa sungguh malapetaka membandingkan dua syuhada yang membela rakyat Irak dan AS yang melakukan kejahatan. Syahid Soleimani berdiri melawan penjajah dan berperan dalam membentuk kelompok-kelompok perlawanan Irak.

Menurutnya, pemikiran Daesh berasal dari Arab Saudi. Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman mengungkapkan bahwa Washington meminta Riyadh untuk menyebarkan ideologi Wahabi.

Sekjen Hizbullah lebih lanjut mengatakan AS bertanggung jawab atas semua kejahatan Israel di Palestina dan Lebanon. AS bertanggung jawab atas pembunuhan rakyat Suriah dan kehancuran negara itu. Perang Yaman juga merupakan perang AS yang dilaksanakan oleh rezim Saudi.

Dia menuturkan darah Syahid Soleimani dan al-Muhandis memberitahu kita bahwa AS adalah sumber kezaliman dan tirani di dunia. Pesan dari darah para syuhada ini adalah kenali musuhmu dan jangan menyerah.

“Satu-satunya nasib yang menunggu pasukan AS adalah penarikan dari kawasan ini,” sambungnya.

“Perlawanan rakyat di timur Sungai Eufrat dapat menjadi satu-satunya opsi yang tepat yang akan menyebabkan keluarnya pasukan AS dari Suriah,” pungkas Sayid Nasrallah.

Menlu Israel: Jika Kesepakatan Iran Baik, Kami Tak Menolak

Menteri Luar Negeri rezim Zionis Israel mengklaim bahwa Tel Aviv tidak menentang kesepakatan yang baik antara negara-negara Barat dan Iran. Menurutnya, Israel sedang berusaha mempengaruhi isi kesepakatan yang mungkin dicapai di Wina.

Menlu Israel Yair Lapid

Yair Lapid, Senin (3/1/2022) dalam jumpa persnya mengatakan, "Sekarang perundingan nuklir di Wina sudah dimulai kembali, dan kami tidak menentang kesepakatan apa pun, tapi kami harus yakin bahwa kesepakatan yang dicapai itu baik."

Seperti dikutip situs Walla, Menlu Israel menambahkan, "Israel sedang berunding dengan Amerika Serikat, dan beberapa adidaya dunia lain untuk mempengaruhi isi kesepakatan potensial, dan untuk memastikan bahwa kesepakatan ini menjadi kesepakatan yang baik sampai batas tertentu."

"Kami tidak menentang kesepakatan apa pun. Kami sedang berunding dengan negara-negara adidaya dunia, dan membicarakan tentang apa kesepakatan yang baik itu," pungkasnya.

Presiden Irak: Syahid Soleimani Bantu Irak di Saat Kritis

Presiden Irak, Barham Salih mengatakan bahwa Syahid Soleimani datang membantu Irak di saat-saat sulit dan kritis.

Baghdad Al-Youm melaporkan, Presiden Irak Barham Salih saat berpidato pada peringatan haul kedua kesyahidan Pahlawan Perlawanan di Baghdad pada hari Rabu (5/1/2022) mengatakan, "Pada peringatan kesyahidan Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Mohandes, kami sekali lagi mengingat kemenangan melawan Daesh dan kekalahan proyek kelompok teroris di Irak,".

“Mengingat keberanian komandan perlawanan dan peran mereka dalam mengalahkan teroris, pemerintah Irak yang baru harus mampu mengatasi krisis saat ini,” ujar Presiden Irak.

Faleh al-Fayadh, Kepala Al Hashd Al Shaabi, Nouri al-Maliki, kepala Koalisi Negara Hukum, dan Menteri Dalam Negeri Irak Osman al-Ghanimi berbicara tentang kiprah komandan perlawanan dalam membantu negaranya memerangi terorisme.

Letnan Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds IRGC yang tiba di Baghdad pada 3 Januari 2020 atas undangan resmi pejabat Irak gugur bersama dengan Abu Mahdi al-Mohandes, Wakil Kepala Al Hashd Al Shaabi, dan delapan lainnya dalam serangan udara pasukan Amerika di dekat bandara Baghdad.

Kapal UEA yang Disita Yaman Angkut Peralatan Militer

Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan penyitaan sebuah kapal kargo militer Uni Emirat Arab di perairan teritorial negara itu pada hari Senin (3/1/2022).

“Sebuah kapal kargo militer UEA, yang membawa peralatan militer, telah disita,” kata juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree dalam sebuah pernyataan.

“Kapal UEA memasuki perairan Yaman tanpa izin,” tambahnya seperti dikutip dari laman Almasirah.

Dia menandaskan bahwa kapal kargo militer UEA terlibat dalam tindakan permusuhan yang menargetkan keamanan dan stabilitas Yaman.

Brigjen Saree menggarisbawahi bahwa penjelasan lengkap tentang penyitaan kapal itu akan diumumkan dalam konferensi pers mendatang.

Sementara itu, juru bicara Gerakan Ansarullah, Mohammed Abdul Salam mengatakan penyitaan kapal tersebut merupakan sebuah operasi yang sukses dan belum pernah terjadi sebelumnya.

“Ini (penyitaan) adalah hak sah rakyat Yaman,” tegasnya.

Ini adalah pertama kalinya sebuah kapal rezim agresor dihentikan saat melakukan tindakan permusuhan di perairan Yaman sejak serangan koalisi pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015.

Jihad Islam Palestina: Zionis Tak akan Tenang hingga Kehancurannya

Seorang anggota Biro Politik Gerakan Jihad Islam Palestina menyebut poros perlawanan sebagai katup yang meyakinkan untuk perlawanan Palestina menghadapi rezim Zionis Israel.

Gerakan Jihad Islam Palestina

Dia mengatakan bahwa rezim Zionis Israel tidak akan pernah melihat warna ketenteraman di wilayah Palestina.

"Para tahanan Palestina di penjara-penjara Zionis berjuang untuk kebebasan mereka. Jihad Islam dan rakyat Palestina mengejar segala sesuatu yang terjadi di penjara-penjara itu, dan musuh zionis tidak akan pernah tenang dan merasa tenteram di manapun di wilayah Palestina hingga masa kehancurannya," kata Walid al-Qitati seperti dikutip Palestine al-Yawm, hari Kamis (6/1/2022).

Dia menyinggung perjanjian pertukaran tahanan dengan rezim Zionis dan mengatakan, kami bersama Gerakan Hamas sedang mengejar perjanjian ini, dan kami menganggapnya sebagai kasus penting dan masalah nasional.

"Tidak ada yang baru atau resmi dalam kasus ini dan jika ada kemajuan apa pun maka akan kami umumkan," ujarnya.

Al-Qitati lebih lanjut menyinggung perampasan tanah-tanah Palestina oleh rezim Zionis dengan cara melanjutkan pembangunan pemukim-pemukim Zionis.

"Kejahatan Zionis terhadap rakyat Palestina terus berlanjut sejak pembentukan rezim ini, dan Israel ingin tanah Palestina dikosongkan dari orang-orang Palestina," ujarnya.

Anggota senior Gerakan Jihad Islam Palestina itu mengatakan, kita tahun lalu (2021) menyaksikan kelanjutan dari kebijakan pembunuhan terorganisir terhadap rakyat Palestina, tetapi rakyat Palestina, dengan perlawanan mereka tahun ini, telah membuat kemajuan menuju pembebasan dan kemerdekaan.

Mengenai situasi di lapangan di Tepi Barat, al-Qitati mengatakan bahwa Tepi Barat siap meledak melawan musuh Zionis, dan bentrokan serta perlawanan di kawasan ini akan terus berlanjut hingga pembebasan Palestina

 

 

Tags