Jan 10, 2022 18:46 Asia/Jakarta
  • Naftali Bennett.
    Naftali Bennett.

Perdana Menteri rezim Zionis Israel kembali mengomentari perundingan nuklir Iran di Wina, ibu kota Austria.

Naftali Bennett, seperti dikutip Sputnik, mengatakan pada hari Senin (10/1/2022) bahwa Israel tidak akan berkomitmen untuk perjanjian apa pun tentang program nuklir Iran.

Dia menyatakan keprihatinan atas perundingan nuklir Iran di Wina, dan menandaskan Tel Aviv bukan bagian dari perundingan Wina sehingga tidak terikat oleh perjanjian nuklir dengan Iran dan akan terus menganggap dirinya bebas bertindak tanpa batasan.

"Israel tidak terikat dengan apa yang akan tertulis dalam perjanjian jika ditandatangani, dan kami akan terus mempertahankan kebebasan penuh untuk bertindak di mana saja, kapan saja, dan tanpa batasan," tegas Bennett.

Retorika dan komentar para pemimpin rezim Zionis bukan merupakan hal baru, dan mereka telah menggunakan berbagai cara untuk melawan program nuklir damai Iran dan perjanjian nuklir JCPOA serta mengeluarkan berbagai retorika.

Saat ini, rezim Zionis juga melakukan segala upaya untuk menggagalkan negosiasi yang sedang berlangsung dengan agenda pencabutan sanksi Iran. Mereka mencoba untuk menekan Troika Eropa (Inggris, Prancis, dan Jerman) untuk mencapai tuntutan tidak sahnya.

Putaran baru perundingan Wina telah mencapai kemajuan yang baik dan para negosiator Eropa, terlepas dari propaganda media, mengakui keseriusan dan logika pihak Iran dalam negosiasi ini. (RM)

Tags