Jan 15, 2022 20:48 Asia/Jakarta
  • Transformasi Asia Barat, 15 Januari 2022

Transformasi Asia Barat selama sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya mengenai krisis yang menimpa industri dirgantara rezim Zionis.

Selain itu, wakil Palestina mengadukan rezim Zionis ke PBB, sesama tentara Israel saling baku tembak, bukti baru terbongkar AS melindungi pemimpin teroris Suriah, menlu Yaman menilai prakarsa Iran kunci penyelesaian krisis di negaranya, Qatar ingin memerluas kerja sama ekonomi dengan Iran, dan Hizbullah sepakat bergabung dalam dialog nasional Lebanon.

 

 

Iron Dome dan Industri Dirgantara Israel di Ambang Kehancuran

Sebuah outlet media ekonomi Israel mengungkapkan krisis yang menimpa perusahaan industri dirgantara Israel yang merupakan perusahaan milik negara terbesar rezim agresor itu.

Harian ekonomi Zionis, Globes hari Senin (10/1/2022) melaporkan, perusahaan dirgantara Israel menghadapi ancaman nyata terhadap kelangsungan hidupnya.

Perusahaan ini memiliki sekitar 15.000 karyawan dan pekerja, dan menjual produk militernya senilai antara $4 miliar hingga $5 miliar per tahun. Tetapi, perusahaan ini sepenuhnya di tangan politisi dan pejabat pemerintah. Padahal harus menghadapi pasar yang kompetitif, baik secara internal maupun eksternal.

"Ratusan insinyur dirgantara Israel telah meninggalkan perusahaan selama beberapa tahun terakhir dan dipekerjakan oleh perusahaan berbasis pengetahuan lainnya, yang menyebabkan hilangnya hampir 6 persen stafnya tahun lalu saja," tulis Globes.

"Dalam keadaan seperti ini, tidak akan ada berita tentang perkembangan produk perusahaan, termasuk Iron Dome, selama 5 tahun lagi," tegasnya.

Pejabat Zionis sebelumnya telah mengakui kelemahan Iron Dome Israel, dan menyebut rudal Hizbullah Lebanon dapat mengubah Israel (wilayah pendudukan Palestina) menjadi daerah yang berada dalam kubangan perang.

 

 

Wakil Palestina Adukan Rezim Zionis ke PBB

Perwakilan Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadukan rezim Zionis ke Dewan Keamanan PBB atas serangan sistematis terbaru terhadap rakyat Palestina.

Riyad Mansour, Wakil Palestina untuk PBB hari Rabu (12/1/2022) melayangkan surat kepada Sekretaris Jenderal, Presiden Dewan Keamanan dan Presiden Majelis Umum PBB, untuk memrotes serangan sistematik terbaru rezim Zionis terhadap Palestina.

"Tidak adanya tuntutan terhadap Israel atas agresinya kepada rakyat Palestina membuat rezim Zionis lebih arogan dalam melakukan lebih banyak kejahatannya," kata Mansour dalam suratnya kepada PBB.

Ia juga menyebut 2021 sebagai tahun paling berdarah bagi Palestina sejak invasi Israel ke Jalur Gaza pada 2014.

"Sebanyak 324 warga Palestina, termasuk 86 anak-anak tewas pada 2021 oleh tentara Israel di wilayah pendudukan," paparnya.

Dalam surat tersebut, Riyad Mansour mengungkapkan perusakan luas rumah-rumah Palestina oleh rezim Zionis, serta serangan dan agresi tentara dan pemukim Zionis ke tempat-tempat suci di Palestina

Wakil Palestina untuk PBB menyerukan tanggapan segera dari komunitas internasional atas berlanjutnya kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina.

 

 

Sesama Tentara Israel Baku Tembak, Dua Perwira Zionis Tewas

Militer rezim Zionis mengkonfirmasi tewasnya dua perwira Israel dalam insiden penembakan yang dilakukan oleh seorang tentara Israel di Tepi Barat.

Televisi Al-Mayadeen melaporkan, militer Israel hari Kamis mengonfirmasi insiden penembakan yang dilakukan seorang tentara Zionis terhadap dua perwira Israel.

Media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa dua tentara Zionis terluka parah dalam penembakan di pangkalan militer dekat Jericho, dan kondisinya sangat kritis.

Empat tentara zionis juga terluka tadi malam akibat bentrokan dengan warga Palestina di Negev dan segera dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu, dua tentara Zionis terluka dan sebuah mobil dibakar menyusul aksi protes dan bentrokan baru-baru ini antara warga Palestina dan pasukan Israel di Tepi Barat.

 

 

Ini Bukti Baru AS Lindungi Pemimpin Teroris Suriah

Drone AS beroperasi untuk menjaga pemimpin kelompok teroris Jabhat al-Nusra di wilayah perbatasan antara Suriah dan Turki.

Kantor berita Sputnik hari Minggu (9/1/2022) melaporkan, kemunculan pemimpin kelompok teroris Jabhat al-Nusra, Abu Muhammad Al-Julani melakukan patroli di daerah Bab al-Hawi di Idlib dikawal drone Amerika yang memiliki banyak penerbangan di daerah ini.

Ironisnya, setiap tahun Amerika Serikat mengumumkan hadiah 10 juta dolar untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Al-Julani.

Kehadiran Al-Julani di antara sejumlah pemimpin al-Nusra memancing reaksi dari pengguna media sosial dan mengejek perilaku kontradiktif Amerika dalam memerangi terorisme.

Mereka menyebut drone Amerika ditugaskan untuk melindungi al-Julani.

Sumber-sumber lokal di Idlib mengungkapkan sejak Sabtu dini hari, pasukan teroris Jabhat al-Nusra memberlakukan tindakan keamanan yang ketat di daerah Bab al-Hawi. Penembak jitu juga dikerahkan untuk menciptakan cincin keamanan di sekitar area ini.

Al-Julani memasuki daerah itu bersama sejumlah besar pengawalnya. Pada saat yang sama, pesawat nirawak AS terbang dalam jumlah besar yang meningkatkan spekulasi  kemungkinan koordinasi tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan kelompok teroris Jabhat Al-Nusra.

Presenter kanal 11 televisi Iran mereaksi kemunculan Al Julani dengan merasa lega dan tidak melihatnya sebagai ancaman.

Selama ini milisi teroris yang beroperasi di Suriah mendapat dukungan dari AS dan rezim Zionis, termasuk perawatan medis dari rumah sakit Israel.

 

 

Menlu Yaman: Prakarsa Iran Kunci Penyelesaian Krisis

Menteri Luar Negeri Yaman menilai prakarsa Republik Islam Iran sebagai kunci untuk menyelesaikan krisis yang melanda negaranya.

Menteri Luar Negeri Yaman, Hisham Sharaf pada Kamis (13/1/2022) malam mengatakan, "Republik Islam Iran telah mempresentasikan prakarsanya mengenai penyelesaian krisis yang coba dilupakan oleh semua pihak yang bertikai,".

"Prakarsa mengenai penghentian perang dan sanksi terhadap Yaman ini sebuah mekanisme untuk negosiasi dan normalisasi situasi. Tinjauan parsial atau modifikasi dari prakarsa Iran adalah kunci untuk menyelesaikan krisis Yaman, dan masing-masing pihak harus mempertimbangkannya saat ini," ujar Menlu Yaman.

Di bagian lain statemennya, Sharaf menggambarkan koalisi agresor yang dipimpin Saudi berupaya untuk membenarkan aksinya.

"Arab Saudi mencari pembenaran atas serangan itu, tetapi kami harus memberi tahu mereka bahwa dengan agresi tersebut, kalian tidak akan bisa mengalahkan rakyat Yaman. Meskipun demikian, kami tetap berbicara dengan mereka menggunakan bahasa perdamaian," paparnya.

Arab Saudi yang mendapat dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lain melancarkan invasi militer ke Yaman dan pengepungan darat, laut dan udara sejak Maret 2015.

Menyikapi terjadinya krisis di Yaman, Republik Islam Iran mengusulkan prakarsa empat poin untuk menyelesaikan krisis, termasuk gencatan senjata segera, bantuan kemanusiaan untuk rakyat Yaman, dimulainya dialog nasional Yaman-Yaman, dan pembentukan pemerintahan koalisi nasional.

 

 

Qatar Ingin Perluas Kerja Sama Ekonomi dengan Iran

Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, dalam pertemuan dengan Menlu Iran, menyampaikan keinginan negaranya untuk memperluas kerja sama dengan Tehran terutama di bidang ekonomi.

Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, Selasa (11/1/2022) dalam pertemuan dengan Menlu Iran, Hossein Amir Abdollahian menyinggung urgensi hubungan dua negara yang berlandaskan kerja sama bilateral dan regional.

Menlu Qatar juga menekankan urgensi perluasan kerja sama dengan Iran, terutama di bidang perdagangan, ekonomi dan investasi dengan memperhatikan kapasitas serta keunggulan Iran dan koordinasi dalam pertukaran delegasi tingkat tinggi.

Menlu Qatar juga menjelaskan pandangan pemimpin negara ini dalam upaya memperkuat, dan meningkatkan hubungan dengan Republik Islam Iran, serta menekankan keinginan Qatar untuk memperluas kerja sama khususnya dalam aktivitas ekonomi.

Kerja sama di bidang regional dan internasional terutama terkait perkembangan di Afghanistan dan Yaman, merupakan tema lain yang dibahas kedua Menlu.

 

 

Hizbullah Sepakat Bergabung dalam Dialog Nasional Lebanon

Hizbullah menekankan pentingnya melanjutkan dialog, dan mengumumkan akan berpartisipasi dalam dialog nasional negara ini.

Hari Selasa (11/1/2022), Hizbullah mengumumkan persetujuannya untuk berpartisipasi dalam dialog nasional Lebanon.

Dikutip Sputnik, Ketua Fraksi Loyalis Perlawanan Mohammad Raad mengatakan, "Sikap kami adalah persetujuan atas undangan untuk berdialog."

Ia menambahkan, "Hizbullah sepakat untuk ikut terlibat dalam dialog ini, dan kami tegaskan bahwa di masa-masa sulit di bawah pembatasan, sangat dibutuhkan agar dialog tidak terputus."

"Kita adalah pemilik negara ini. Kita sebagai rakyat Lebanon akan membangun negara ini," tegas Mohammad Raad.

Sebelumnya Presiden Lebanon Michel Aoun menyerukan urgensi dialog nasional dengan maksud untuk mencapai kesepakatan terkait tiga masalah, dan pengesahannya terlepas dari pengalihan konsentrasi administrasi dan finansial luas, strategi pertahanan untuk mendukung Lebanon, dan program pemulihan keuangan dan ekonomi negara.(PH)

 

 

Tags