Jan 20, 2022 16:29 Asia/Jakarta
  • desain pertahanan SKYLOCK, Israel
    desain pertahanan SKYLOCK, Israel

Selepas operasi terbaru militer dan komite rakyat Yaman terhadap Uni Emirat Arab, pemerintah Abu Dhabi meminta bantuan segera kepada sebuah perusahaan pembuat sistem pertahanan udara rezim Zionis Israel.

Stasiun televisi Al Jazeera, Kamis (20/1/2022) mengutip surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth melaporkan, setelah serangan terbaru militer Yaman ke UEA, pemerintah Abu Dhabi berusaha membeli sistem pertahanan udara dari Israel.
 
Direktur perusahaan pembuat anti-drone Israel, SKYLOCK, mengatakan bahwa UEA meminta bantuan segera kepada perusahaan ini.
 
UEA ingin mengembangkan arsenalnya dengan memanfaatkan sistem pertahanan udara Israel, dan dalam beberapa bulan terakhir UEA telah membeli salah satu sistem pertahanan udara ini, dan menempatkannya di wilayah negara itu.
 
Direktur SKYLOCK menuturkan, "Setelah serangan yang terjadi minggu ini, UEA menanyakan kepada kami apa yang bisa kami sediakan dalam waktu tercepat, pada daftar panjang sistem-sistem pertahanan ini." 
 
Pada hari Senin lalu, setelah Yaman beberapa kali memperingatkan UEA terkait agresi militernya, media-media UEA mengabarkan serangan drone ke beberapa lokasi di negara itu. (HS)

Tags