Jan 23, 2022 15:27 Asia/Jakarta
  • Ini Reaksi Pejabat UEA Sikapi Serangan Balasan Yaman

Penasihat diplomatik presiden UEA mengklaim negaranya memiliki hak hukum untuk menanggapi setiap serangan di wilayahnya, setelah mendapatkan serangan rudal dan drone dari Yaman.

Anwar Gargash, Penasihat Diplomatik Presiden UEA dalam pertemuan dengan Utusan Khusus AS untuk Yaman, Timothy Lenderking hari Sabtu (22/12022) menuding pihak Yaman tidak mematuhi komitmen internasional.

Tanpa menyebutkan kejahatan tujuh tahun terakhir UEA sebagai anggota kunci koalisi agresor yang dipimpin Arab Saudi di Yaman, Gargash mengklaim bahwa Komite Rakyat Yaman tidak pernah mematuhi kesepakatan atau komitmen apa pun dan tidak akan melakukannya tanpa tekanan internasional yang eksplisit.

Sementara itu, Utusan Khusus AS untuk Yaman, Timothy Lenderking dalam pertemuan ini menekankan solidaritas AS dengan UEA dalam masalah Yaman.

Militer Yaman Senin lalu melancarkan operasi yang disebut Badai Yaman ke bandara Dubai dan Abu Dhabi, kilang minyak Abu Dhabi dan sejumlah situs dan fasilitas penting dan sensitif lainnya di UEA.

Tidak lama setelah itu, koalisi agresor melancarkan serangan udara ke sebuah penjara di provinsi Saada pada Jumat pagi. Serangan tersebut menjadi salah satu serangan paling mematikan oleh koalisi agresor yang dipimpin Arab Saudi di Yaman, dengan lebih dari 177 orang tewas dan terluka.

Serangan udara koalisi aggresor pimpinan Saudi di Yaman terus-menerus dilancarkan di Sanaa, al-Hudaydah dan Saada yang dimulai pada hari Selasa

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres pada Jumat malam mengutuk serangan terbaru jet tempur Saudi di provinsi Saada Yaman.

Sekjen PBB, Antonio Guterres dalam sebuah pernyataan Jumat (21/1/2022) malam mengatakan,"Serangan udara lain tercatat di Yaman menyerang warga sipil, yang menewaskan dan melukai  anak-anak,".

Dia menyerukan penyelidikan yang cepat dan transparan atas insiden tersebut dengan tujuan meminta pertanggungjawaban pelakunya.

Arab Saudi, dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lain, telah melancarkan invasi militer ke Yaman dan memblokade negara ini dari darat, laut dan udara sejak Maret 2015.

Invasi militer pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi ke Yaman sejauh ini telah menewaskan lebih dari 16.000 warga Yaman, melukai puluhan ribu lainnya dan membuat jutaan warga Yaman mengungsi.

Badan-badan PBB, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia dan UNICEF, telah berulang kali memperingatkan bahwa rakyat Yaman terus menghadapi kelaparan dan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam satu abad terakhir.(PH)

 

Tags