Jan 24, 2022 20:19 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi rudal-rudal Yaman.
    Ilustrasi rudal-rudal Yaman.

Seorang anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman mengatakan, kami tidak akan tinggal diam dalam menghadapi serangan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Ali al-Qahum menuturkan kepada televisi al-Mayadeen, Senin (24/1/2022) bahwa Operasi Badai Yaman 2, yang dilakukan oleh pasukan Yaman terhadap Uni Emirat Arab (UEA), merupakan balasan atas agresi koalisi Saudi.

Sebelumnya, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan pasukan Yaman melaksanakan Operasi Badai Yaman 2 di wilayah Arab Saudi dan UEA pada Senin pagi.

"Unit rudal dan drone kami melakukan Operasi Badai Yaman 2 sebagai tanggapan atas meningkatnya agresi dan kejahatan, di mana Pangkalan Udara al-Dhafra dan situs penting lainnya di Dubai menjadi sasaran dengan sejumlah besar rudal," ujarnya.

"Drone yang digunakan dalam operasi tersebut adalah Samad-3," ungkapnya.

Pekan lalu, pasukan Yaman melakukan Operasi Badai Yaman 1 dengan sasaran ibu kota Abu Dhabi, UEA.

Brigjen Saree menambahkan bahwa pasukan Yaman juga menyerang posisi koalisi Saudi di Provinsi Jizan dan Asir dengan beberapa rudal dan drone. (RM)

Tags