Jan 28, 2022 21:13 Asia/Jakarta
  • PM Israel Naftali Bennett
    PM Israel Naftali Bennett

Perdana Menteri rezim Zionis Israel mengeluhkan kerugian yang diderita rezim itu. Menurutnya, militer Israel mengejar rudal Al Qassam yang bernilai 200 dolar dengan rudal-rudal seharga 100.000 dolar.

Naftali Bennett, Jumat (28/1/2022) dalam sebuah wawancara yang dikutip beberapa surat kabar Israel, seperti Haaretz, Yedioth Ahronoth, Israel Hayom dan Maariv mengatakan, "Selama saya pemimpin kabinet, Perjanjian Oslo tidak akan pernah diimplementasikan."
 
Ia menambahkan, "Saya berasal dari partai sayap kanan, dan sikap saya tidak berubah. Begitu juga saya menentang pendirian negara Palestina, dan saya membela Israel. Saya tidak akan membiarkan perundingan politik untuk membentuk negara Palestina terlaksana, dan saya tidak bersedia bertemu dengan para pemimpin Otorita Ramallah."
 
Dalam wawancara itu, Bennett juga menyinggung masalah Iran, ia menuturkan, "Masalah Iran jauh lebih luas dari sekadar masalah nuklir. Sejak puluhan tahun lalu perang dingin antara Israel dan Iran terus berlangsung."
 
PM Israel menyebut Iran seperti gurita yang mengepung sekeliling Israel, dan Tel Aviv harus berperang langsung dengan gurita itu, bukan dengan lengan-lengannya.
 
"Hari ini rudal-rudal Qassam yang bernilai 200 dolar ditembakan, dan kita mengejarnya dengan rudal-rudal seharga 100.000 dolar. Ide laser akan mengubah perimbangan," pungkasnya. (HS)  

Tags