Feb 23, 2022 15:43 Asia/Jakarta
  • Kabinet Rezim Zionis Terancam Bubar

Salah satu menteri di kabinet rezim Zionis mengumumkan pengunduran dirinya yang menempatkan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menghadapi beberapa tantangan, bahkan ancaman pembubarannya.

Eli Avidar, menteri dari partai sayap kanan Israel, Yisrael Beiteinu mengumumkan pengunduran dirinya dari kabinet Bennett dalam konferensi pers hari Selasa (2/2/2022).

Ini adalah pengunduran diri pertama di kabinet Naftali Bennett, Perdana Menteri rezim Zionis, tapi berpotensi memicu gelombang pengunduran diri selanjutnya.

Avidar mengecam keras kabinet Bennett atas kinerjanya, dengan mengatakan, "Saya seharusnya mengundurkan diri tiga bulan lalu ketika menjadi jelas bahwa kabinet tidak bermaksud untuk menunjuk saya sebagai menteri ntelijen."

"Bennett tidak bermaksud untuk mengimplementasikan perjanjian berkala yang dia tandatangani dengan Yair Lapid," tegasnya. 

Dengan pengunduran diri ini, Eli Avidar akan kembali ke Knesset.

Partai Likud pimpinan Benjamin Netanyahu tidak akan pernah mengambil bagian dalam pemungutan suara untuk meloloskan RUU yang diusulkan oleh kabinet Bennett, setelah Menteri Perang Israel Benny Gantz hari Senin mengumumkan awal dari jatuhnya kabinet Bennett.

Dalam keadaan seperti ini, sumber-sumber Zionis melaporkan krisis lain di kabinet Bennett.

Surat kabar berbahasa Ibrani Haaretz menulis bahwa pengunduran diri Eli Avidar dan kembalinya dia ke Knesset diperkirakan akan menjadi masalah besar lainnya bagi koalisi 61 anggota yang terdiri dari 120 anggota di Knesset, sehingga sulit untuk membentuk koalisi mayoritas. Bahkan, pengunduran diri Avidar menambah krisis di kabinet Bennett.(PH)

Tags