Mar 03, 2022 14:54 Asia/Jakarta
  • krisis bahan bakar di Yaman
    krisis bahan bakar di Yaman

Juru bicara Perusahaan Minyak Yaman, YPC mengumumkan, sebuah kapal tanker pengangkut bensin yang sangat dibutuhkan oleh rakyat negara ini, disita oleh pasukan Koalisi Arab Saudi.

Essam Al Mutawakil, Rabu (3/3/2022) seperti dikutip stasiun televisi Al Masirah mengatakan, pasukan Angkatan Laut Koalisi Saudi melarang masuknya sebuah kapal tanker pengangkut bensin bernama "Caesar" ke pelabuhan Al Hudaydah.

Ia menambahkan, kapal tanker yang ditahan pasukan Koalisi Saudi itu sudah diinspeksi oleh PBB, dan mengantongi izin internasional untuk masuk ke Yaman.

Jubir Perusahaan Minyak Yaman menjelaskan, Koalisi Saudi-Amerika Serikat-Uni Emirat Arab berusaha meningkatkan krisis bahan bakar di Yaman dengan maksud untuk menambah penderitaan rakyat negara ini.

"Yaman hari ini mengalami krisis produk minyak paling parah sejak awal agresi militer dan blokade Koalisi Arab Saudi tujuh lalu," imbuhnya.

Essam Al Mutawakil menegaskan, "Dalam beberapa hari terakhir antrian kendaraan warga Yaman di depan pom bensin di berbagai provinsi negara ini mencapai lebih dari tiga kilometer."

Pasukan Koalisi Saudi berulangkali menyita kapal tanker pengangkut bahan bakar, bahan makanan dan peralatan medis yang akan dikirim ke Yaman. (HS)

Tags