Mar 13, 2022 14:39 Asia/Jakarta
  • Yaman
    Yaman

Komite urusan Tawanan Yaman mengatakan, langkah Arab Saudi mengeksekusi mati tawanan perang Yaman, melanggar seluruh aturan internasional, dan Riyadh harus menerima akibat kejahatannya.

Komite urusan Tawanan Yaman, Minggu (13/3/2022) mengumumkan, "Kami mendapat kabar, di antara puluhan orang yang dihukum mati oleh rezim Al Saud, terdapat dua tawanan Yaman yang ikut dihukum mati atas dasar penindasan dan kekerasan rezim Saudi."
 
Menurut Komite urusan Tawanan Yaman, hukuman mati terhadap tawanan perang melanggar seluruh aturan internasional termasuk Piagam PBB.
 
"Hukuman mati terhadap Hakim Al Batini dan Haider Al Shawdani, dua tawanan perang Yaman, akan membawa dampak buruk bagi rezim Al Saud, dan kami tidak mungkin diam menyaksikan kejahatan ini," tegasnya.
 
Perhimpunan ulama Yaman juga mengecam kejahatan Al Saud yang mengeksekusi mati puluhan orang karena dituduh terkait dengan terorisme.
 
"Eksekusi mati terhadap 81 Muslim tidak bersalah, putra-putra Hijaz dan wilayah timur Arab Saudi, begitu juga warga Yaman, jelas-jelas bertentangan dengan agama Islam dan hukum peradilan. Kejahatan ini dilakukan atas motif politik dan sektarian," pungkasnya. (HS)

Tags