Mar 13, 2022 18:26 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi hukuman mati di Arab Saudi.
    Ilustrasi hukuman mati di Arab Saudi.

Jam'iyyah al-Amal al-Islami Bahrain (The Islamic Action Society of Bahrain) mengecam kejahatan rezim Al Saud yang mengeksekusi lebih dari 80 orang.

Menurut kelompok ini, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman melakukan kejahatan tersebut dengan dukungan Barat.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi pada hari Sabtu (12/3/20220 mengeksekusi 81 orang dalam satu hari. Ini adalah  kelanjutan pelanggaran atas hak asasi manusia di negara itu.

"Jika bukan karena dukungan Barat kepada Putra Mahkota Arab Saudi dan kejahatan-kejahatannya yang kejam, dia tidak akan berani mengadopsi kebijakan brutal dan mengerikan ini," kata Jam'iyyah al-Amal al-Islami Bahrain dalam pernyataannya pada hari Minggu (13/3/2022) seperti dilansir IRNA.

Jam'iyyah al-Amal al-Islami Bahrain menambahkan, tangan yang melakukan kejahatan dan mengeksekusi warga Arab Saudi dan Muslim Syiah di negara ini adalah tangan yang sama yang membolehkan penumpahan darah warga Bahrain dan Yaman.

"Penumpahan darah orang-orang tak berdosa ini akan mempercepat kehancuran keluarga rezim penguasa dan semua keluarga penguasa yang otoriter," tambahnya.

Jam'iyyah al-Amal al-Islami Bahrain juga memposting gambar di akun Twitter-nya, dan menyatakan bahwa warga Bahrain berdemonstrasi untuk memberi penghormatan kepada para syuhada yang dieksekusi oleh rezim Al Saud.

Di sisi lain, rakyat Bahrain juga mengutuk eksekusi 81 orang di Arab Saudi dengan menggelar demonstrasi di berbagai bagian negara Arab ini. (RA)

Tags