Mar 25, 2022 20:02 Asia/Jakarta
  • Drone.
    Drone.

Media dan surat kabar Arab melaporkan operasi dan serangan pesawat tak berawak Angkatan Bersenjata Yaman di wilayah Arab Saudi. Serangan ini merupakan balasan Yaman atas kejahatan pasukan koalisi agresor yang dipimpin rezim Al Saud.

Arab Saudi, dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lain, telah melancarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara ini dari darat, laut dan udara.

Perang yang dikobarkan Arab Saudi telah berada pada titik paling sensitif. Militer dan komite rakyat Yaman telah mengambil kendali lapangan di berbagai area medan tempur, termasuk di Yaman tengah dan barat. Rudal dan drone Yaman juga telah menjadi mimpi buruk bagi Arab Saudi.

Menurut laporan surat kabar Okaz, juru bicara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi Turki al-Maliki dalam sebuah pernyataan mengatakan, enam drone bomber telah diterbangkan ke wilayah selatan Arab Saudi pada Jumat pagi, 25 Maret 2022.

Tak lama setelah itu, al-Maliki dalam pernyataan berikutnya, mengumumkan bahwa tiga drone lain juga telah diterbangkan ke arah fasilitas minyak Arab Saudi, sehingga jumlah total pesawat tanpa awak yang diterbangkan menjadi sembilan buah.

Seperti kebiasaan sebelumnya, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi mengklaim telah mencegat drone-drone Yaman itu sebelum mereka menghantam daerah di Khamis Mushait.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree mengumumkan pada hari Minggu bahwa serangan baru telah diluncurkan jauh di ke dalaman wilayah Arab Saudi.

Menurutnya, pada tahap pertama serangan, beberapa rudal balistik dan jelajah, dan drone menghantam sejumlah fasilitas penting Arab Saudi seperti Aramco di Riyadh, Yanbu' dan di daerah-daerah lain.

"Dalam operasi militer ini, sejumlah fasilitas vital perusahaan minyak Aramco Arab Saudi di Riyadh, Yanbu', dan sejumlah daerah lainnya di negara ini diserang dengan beberapa rudal balistik dan jelajah, dan pesawat tanpa awak," kata Saree pada hari Minggu (20/3/2022) seperti dilansir Fars News.

Dia menambahkan, segera setelah operasi tahap pertama berhasil, pasukan Yaman menyerang sejumlah target vital dan penting di Abha, Khamis Mushait, Jizan, Samtah, dan Dhahran Selatan dengan rudal dan drone.

Brigjen Saree memperingatkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman akan melakukan operasi-operasi militer khusus yang mencakup target-target penting, dan bahkan yang tidak terpikirkan oleh musuh-musuh jahat untuk mematahkan blokade kejam pasukan agresor.

"Militer Yaman memiliki koordinat yang sempurna, di mana target-target vital telah diidentifikasi dan dapat diserang kapan saja," pungkasnya.

Militer Yaman telah berulang kali menyatakan bahwa mereka akan menargetkan fasilitas strategis dan sensitif di negara-negara anggota koalisi yang dipimpin Arab Saudi selama blokade mereka terhadap Yaman berlanjut.

Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya yang didukung oleh Amerika Serikat telah menyebabkan puluhan ribu warga Yaman tewas dan infrastruktur penting negara ini itu hancur.

Invasi militer Arab Saudi dan sekutunya juga telah menyebabkan jutaan warga Yaman mengungsi dan negara ini menghadapi krisis kemanusiaan terbesar dalam abad ini. (RA)

Tags