Mar 27, 2022 20:09 Asia/Jakarta
  • Hizbullah Lebanon
    Hizbullah Lebanon

Pejabat Hizbullah mengumumkan, karena takut pada Amerika Serikat, pemerintah Lebanon tak menanggapi tawaran Iran untuk memenuhi kebutuhan listrik negara ini.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian dalam lawatannya ke Lebanon mengatakan, "Kami siap melanjutkan kerja sama perdagangan, dan ekonomi dengan Lebanon, juga membangun dua pembangkit listrik 1.000 megawat di negara ini."
 
Dikutip situs Al Ahed, Minggu (27/3/2022), Hussein Moussawi, anggota Fraksi Hizbullah di Parlemen Lebanon menuturkan, "Kami sudah memulai jalur ekonomi baru, dan Iran siap membangun pembangkit listrik untuk kami, memenuhi kebutuhan Lebanon di bidang pangan, dan bahan bakar, tapi para petinggi Lebanon sampai sekarang, karena 'Hantu Amerika', tidak bisa mengambil keputusan terkait kerja sama dengan Iran."
 
Sebelumnya Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Sayid Hashem Safieddine mengatakan, "Benar, Amerika Serikat menekan Lebanon, tapi tidak benar jika sebagian pihak membuka pintu untuk AS dari dalam, mereka tidak lain adalah garis pemikiran dan target AS"
 
Ia menambahkan, "Ketika tawaran Iran untuk memenuhi kebutuhan listrik Lebanon disampaikan, sebagian pejabat menolaknya dan melawan kepentingan rakyat serta pemerintah, artinya sebagian orang takut pada AS di Lebanon." (HS)

Tags