Apr 12, 2022 10:01 Asia/Jakarta

Setelah lima operasi mati syahid Palestina di wilayah pendudukan, babak baru bentrokan dimulai ketika perlawanan rakyat terhadap kejahatan Zionis menjadi lebih umum.

Dalam 5 operasi mati syahid Palestina di wilayah pendudukan, 14 Zionis tewas dan sekitar 30 terluka. Operasi ini telah menggambarkan Zionis Israel sebagai sosok yang rentan keamanan dan telah memicu kritik terhadap kabinet Naftali Bennett.

Oleh karena itu, kabinet Bennett telah meningkatkan konflik dengan Palestina, demi mencoba memulihkan kredibilitasnya.

Naftali Bennett, Perdana Menteri Zionis Israel

Dalam hal ini, militer Zionis menyerang berbagai bagian Tepi Barat pada Senin (11/04/2022), melukai 24 warga Palestina, termasuk empat anak dari satu keluarga, dan menahan sembilan warga Palestina, termasuk salah satu pemimpin Hamas Sheikh Ismail al-Natah.

Pada hari Minggu pagi tanggal 10 April, pasukan Zionis Israel menyerang beberapa kota dan desa di Tepi Barat, dan menembaki warga Palestina, hingga melukai sedikitnya 11 warga Palestina. Sejauh ini, empat warga Palestina, termasuk dua wanita, gugur syahid dalam serangan tersebut.

Salah satu variabel dari babak baru bentrokan adalah bahwa Zionis marah dengan pendekatan baru Palestina, termasuk operasi di wilayah pendudukan, terutama di Tel Aviv, dan mencoba untuk menghentikan operasi dengan meningkatkan kekerasan, tetapi kekerasan Zionis justru telah menyatukan rakyat palestina.

Dengan demikian, ciri lain dari konflik baru tersebut adalah persatuan bangsa Palestina melawan kaum zionis, sehingga rencana zionis untuk menahan orang-orang Palestina yang bersangkutan menjadi terganggu.

Salah satu bentuk persatuan Palestina adalah menutup pintu masuk ke kamp Jenin untuk melawan kemungkinan agresi oleh tentara Israel.

Setelah lima operasi mati syahid Palestina di wilayah pendudukan, babak baru bentrokan dimulai ketika perlawanan rakyat terhadap kejahatan Zionis menjadi lebih umum.

Bentuk persatuan lainnya adalah berkumpul di depan rumah-rumah Palestina di mana militer Zionis berusaha menahan anggota keluarga.

Dengan cara ini, Palestina mencegah penahanan orang-orang yang dicari oleh Zionis. Sementara demonstrasi dan mobilisasi publik adalah bentuk lain dari persatuan warga Palestina dalam menghadapi kekerasan Zionis.

Variabel lain dari babak baru bentrokan adalah terjadinya friksi di dalam gerakan Fatah dan beberapa anggota Fatah menyertai Jihad Islam Palestina dalam perang melawan rezim Zionis Israel.

Yoshanan Zorf, seorang ahli di Institut Penelitian Keamanan Zionis yang berafiliasi dengan Universitas Tel Aviv, mengatakan:

“Hari ini, semacam saling mendukung tindih perjuangan telah terbentuk antara Fatah dan aktivis Jihad Islam di kamp pengungsi Jenin, yang dengan sendirinya akan melemahkan posisi Otoritas Palestina. Meningkatnya kelemahan Otoritas Palestina, bersama dengan meningkatnya ketegangan antara tentara Zionis Israel dengan warga Palestina di Tepi Barat, akan membuka jalan bagi operasi lebih lanjut.”

Variabel penting lain dari babak baru bentrokan adalah ketidakmampuan langkah-langkah keamanan rezim Zionis untuk mencegah operasi mati syahid, terutama di Tel Aviv, ibu kota rezim Zionis.

Operasi mati syahid kelima di Tel Aviv

Tindakan yang dilakukan syahid Raad Hazem menunjukkan ketidakmampuan ini. Raad Hazem berhasil menempuh jarak yang jauh untuk mencapai kota Jaffa yang diduduki dan melewati semua rintangan Zionis.

Ketika Shin Bet (dinas intelijen internal Israel) mengetahui keberadaan Raad di dekat sebuah masjid di Jaffa, mereka tidak dapat menangkapnya karena Raad dengan cepat melepaskan tembakan ke pasukan penjajah Zionis sebelum akhirnya ditembak oleh Zionis dan gugur syahid.(sl)

Tags