Apr 13, 2022 10:07 Asia/Jakarta

Sayid Hassan Nasrallah, Sekjen Hizbullah Lebanon menyampaikan pidato pada Senin (11/04/2022) malam.

Pidato Sayid Hassan Nasrallah memiliki dua dimensi regional dan internal. Dalam dimensi regional, dua isu Palestina dan Yaman menjadi perhatian Sekjen Hizbullah Lebanon.

 

Image Caption

Mengenai masalah Palestina, poin penting dalam kata-kata Sayid Hassan Nasrallah adalah bahwa operasi mati syahid orang-orang Palestina adalah tanda harapan dan keyakinan mereka akan kemenangan melawan rezim Zionis Israel.

"Jika kalian [Zionis] mengira rakyat Palestina putus asa, dan tindakan pengkhianatan resmi orang-orang Arab akan menyebabkan pemuda Palestina mundur, maka itu hanya sekedar ilusi belaka," kata sekretaris jenderal Hizbullah Lebanon kepada Zionis.

Mengenai Yaman, Sayid Hassan Nasrallah menyambut baik gencatan senjata di negara itu dan mengatakan bahwa satu-satunya solusi untuk krisis Yaman adalah dialog dan negosiasi dengan Pemerintah Penyelamatan Nasional yang berbasis di Sanaa.

Bagian utama dari pidato Sayid Hassan Nasrallah didedikasikan untuk masalah pemilihan umum parlemen Lebanon. Pidato Nasrallah dalam hal ini memiliki tiga dimensi.

Dimensi pertama adalah rasionalisme Sayid Hassan Nasrallah tentang membangun kekuasaan di Lebanon dan mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan sektarian dan partisan.

Oleh karena itu, Sayid Hassan Nasrallah menolak propaganda AS dan Saudi tentang strategi pemilu Hizbullah dan menekankan bahwa:

"Bukan tujuan kelompok politik kami untuk memenangkan dua pertiga kursi. Ini bukan tujuan yang logis dan nyata. Tak satu pun dari kelompok politik menganggap tujuan ini nyata dan logis. Kami percaya bahwa negara ini didasarkan pada kesepakatan dan pemahaman."

Sayid Hassan Nasrallah, Sekjen Hizbullah Lebanon menyampaikan pidato pada Senin (11/04/2022) malam.

Dalam pernyataan ini, Sayid Hassan Nasrallah secara implisit mengacu pada perkembangan di Irak, di mana beberapa kelompok berusaha mengabaikan kelompok lain dalam membangun kekuatan.

"Budaya dan sikap kami adalah bahwa setiap perubahan mendasar dalam konstitusi dan komponen negara dan identitasnya harus disepakati dan menjadi konsensus nasional, bukan dengan kekuatan atau mayoritas atau senjata," kata Nasrallah.

Dimensi kedua adalah penolakan terhadap penundaan pemilu legislatif parlemen Lebanon, yang dijadwalkan pada 15 Mei. Hizbullah telah berulang kali menekankan perlunya pemilu parlemen Lebanon diselenggarakan tepat waktu.

Dalam pidatonya Senin malam, Sayid Hassan Nasrallah juga menekankan bahwa penundaan pemilu keinginan Amerika Serikat dan kelompok-kelompok politik lainnya yang berusaha untuk mengurangi keinginan warga untuk berpartisipasi dalam pemilu.

Pernyataan Sayid Hassan Nasrallah ini juga secara implisit mengacu pada pemilihan umum parlemen Irak, di mana penundaan pemilu menjadi salah satu alasan utama penurunan jumlah pemilih.

Bahkan, Sayid Hassan Nasrallah menganggap meluasnya partisipasi rakyat dalam pemilu legislatif sebagai jaminan stabilitas dan keamanan di Lebanon.

Dimensi ketiga dari pidato Sayid Hassan Nasrallah adalah poin penting bahwa beberapa kelompok Lebanon menyerukan penghapusan Hizbullah bahkan melalui perang. Sementara Amerika Serikat dan rezim Zionis juga menginginkan Hizbullah dihapus.

Sebaliknya, Hizbullah bukan hanya tidak mengejar penghapusan kelompok mana pun tetapi juga menyerukan pembentukan pemerintah persatuan nasional dengan semua kelompok politik di negara ini.

Hizbullah Lebanon

Selain mengungkap penentangannya terhadap campur tangan asing dalam urusan internal Lebanon, pernyataan Sayid Hassan Nasrallah ini juga menekankan poin kunci bahwa Perlawanan tidak dapat dihilangkan dari panggung politik Lebanon.

Pada saat yang sama, Perlawanan Lebanon tidak mencari monopoli politik, tetapi telah menjadikan stabilitas dan keamanan Lebanon sebagai petanda utama dari kebijakannya.(sl)

Tags