Apr 24, 2022 21:21 Asia/Jakarta
  • Konvoi Militer Turki.
    Konvoi Militer Turki.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar bersikeras untuk melanjutkan invasi militer ke Irak utara meskipun ada penentangan resmi dari para pejabat pemerintah Baghdad atas kelanjutan operasi militer tersebut.

Operasi ilegal militer Turki di Irak utara dilakukan dengan dalih menghancurkan posisi Partai Buruh Kurdistan (PKK). Pejabat pemerintah Ankara telah menetapkan PKK sebagai kelompok teroris.

Hulusi Akar mengatakan pada Jumat, 22 April 2022 bahwa operasi pasukan Turki akan berlanjut sampai ancaman teroris di kawasan itu dihilangkan.

Pernyataan Menhan Turki tersebut disampaikan ketika para pejabat pemerintah Baghdad telah berulang kali mengutuk serangan militer Turki, dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Irak.

Pada saat yang sama, rakyat Irak juga telah berulang kali menyerukan diakhirinya serangan Turki di Irak utara dengan mengadakan demonstrasi menentang pendudukan negara mereka.

Kementerian Luar Negeri Irak pada Rabu lalu memanggil duta besar Turki untuk Baghdad untuk menyampaikan protes keras dari pemerintah Baghdad karena berlanjutnya serangan Turki di sebagian wilayah Irak utara. Selama protes, Kemlu Irak juga menolak dasar dan alasan apa pun yang memungkinkan Turki untuk menyerang wilayah negara tetangganya itu.

Setelah pemanggilan dubes Turki, Kemlu Irak menyerukan penarikan penuh pasukan Turki dari wilayah Irak untuk menghormati kedaulatan nasional. Ditekankan pula bahwa Irak secara hukum berhak untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan tepat sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional dalam menghadapi tindakan bermusuhan dan sepihak seperti itu tanpa koordinasi terlebih dahulu.

Sebelumnya, kepresidenan Irak juga telah menanggapi serangan berulang-ulang pemerintah Turki di Irak utara dan menegaskan bahwa operasi militer Turki di perbatasan Irak utara merupakan pelanggaran kedaulatan dan ancaman terhadap keamanan nasional Irak yang merdeka.

Ditegaskan bahwa pengulangan operasi militer di Irak utara tanpa koordinasi dengan pemerintah Irak tidak dapat diterima, dan mengubah Irak menjadi arena perhitungan dan penyelesaian pihak-pihak asing juga tidak akan diterima.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar.

Pernyataan Menhan Turki tentang kelanjutan operasi militer di wilayah Irak dilontarkan setelah pemanggilan dubes negara itu untuk Baghdad dan hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Ankara, lebih dari tindakan lainnya, cenderung unuk menduduki Irak dan mencapai tujuan tertentu ketimbang tujuan lainnya.

Dalam konteks ini, tidak menutup kemungkinan bahwa daerah otonomi Kurdistan Irak yang didominasi oleh badan-badan intelijen Ameka Serikat, beberapa negara Barat, dan rezim Zionis Israel, dan di bawah tekanan badan-badan intelijen ini, meminta pemerintah Ankara untuk memberikan keamanan di wilayah tersebut.

Tidak menutup kemungkinan pula bahwa alasan berulang-ulang Turki untuk menggelar operasi militer di Irak utara akan menjadi agenda dengan dalih yang sama. Itulah sebabnya Kemlu Irak, saat memanggil dubes Turki, menolak argumen dan alasan Ankara untuk menduduki sebagian wilayah negara merdeka ini.

Agresi militer Turki yang berkelanjutan di Irak utara harus dikatakan bahwa dalam situasi saat ini, Turki yang berada dalam krisis ekonomi karena penerapan kebijakan internal dan regional yang tidak tepat dari pemerintah Recep Tayyip Erdogan, dan intervensi AS dan beberapa pemerintah Eropa dalam krisis yang parah, maka penerapan kebijakan berlebihan terhadap negara-negara tetangga, terutama Irak dan Suriah, dianggap tidak terlalu diinginkan, tidak tepat dan tidak berprinsip.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan - yang telah kehilangan basisnya di dalam negeri karena ketidakmampuannya untuk menyelesaikan krisis ekonomi dan mata pencaharian rakyatnya – mengonfirmasi tewasnya tiga tentara Turki dalam operasi di Irak utara.

Kabar tewasnya tentara-tentara Turki di Irak utara tersiar saat rakyat negara ini sangat tidak puas dengan kinerja ekonomi pemerintahan Erdogan. Dalam keadaan seperti itu pula, Kemenhan Turki mengumumkan kematian seorang tentara Turki lainnya di Irak utara. Berita ini bisa menambah ketidakpercayaan publik terhahada Erdogan.

Terlepas dari kondisi yang tidak menguntungkan yang disebabkan oleh krisis ekonomi dan kehidupan di dalamnya, para pejabat pemerintah Ankara telah mengintensifkan serangan mereka di Irak utara dalam beberapa hari terakhir dengan menyalahgunakan fokus opini publik dunia terhadap perang di Ukraina.

Tindakan tersebut bisa berdampak negatif lebih lanjut pada masalah pemerintahan Erdogan dalam beberapa hari mendatang. Secara khusus, para pemimpin partai oposisi di pemerintahan Erdogan menyerang apa yang disebut koalisi "Republik" dengan berbagai dalih. (RA)

Tags