Apr 30, 2022 17:16 Asia/Jakarta
  • Pawai Hari Quds Internasional di Suriah, Jumat (29/4/2022)
    Pawai Hari Quds Internasional di Suriah, Jumat (29/4/2022)

Pawai Hari Quds Internasional di Suriah menjadi topik hangat dalam berita terbaru terkait dengan transformasi di Asia Barat selama sepekan terakhir.

Media Suriah mengabarkan antusiasme rakyat negara ini dalam mengikuti pawai memperingati Hari Quds Sedunia hari ini.

Kantor berita SANA, Jumat (29/4/2022) melaporkan partisipasi luas rakyat Suriah, dalam pawai Hari Quds Sedunia di kota Damaskus.

"Penduduk kota Damaskus dengan maksud menunjukkan dukungan terhadap rakyat Palestina, dan perlawanan mereka atas agresi Rezim Zionis, mengawali pawai mereka dari gerbang masuk Pasar Al Hamidiyah, dan sekarang sedang bergerak menuju Masjid Umawi," tulis SANA.

Hari ini, Jumat (29/4/2022) bertepatan dengan tanggal 27 Ramadan 1443 Hijriah, diperingati sebagai Hari Quds Sedunia, untuk menunjukkan pembelaan terhadap rakyat Palestina, dan perlawanan terhadap kejahatan Rezim Zionis Israel.

Perlawanan Palestina Umumkan Kesiapan Bela Masjid Al Aqsa

Anggota Biro Politik Gerakan Jihad Islam Palestina mengumumkan kesiapan kelompok perlawanan Palestina untuk menghadapi lebih serius Rezim Zionis, demi melindungi Masjid Al Aqsa.

Baitul Maqdis dan pelataran Masjid Al Aqsa sejak hari Jumat, 15 April 2022 menjadi arena bentrokan paling keras sejak setahun terakhir antara pasukan Rezim Zionis dan warga Palestina. Bentrokan itu menyebabkan 350 warga Palestina terluka, dan 400 lainnya ditangkap.

Kelompok perlawanan di Jalur Gaza merespon kejahatan pasukan Rezim Zionis terhadap warga Palestina di Masjid Al Aqsa dan Al Quds. Untuk pertama kalinya mereka menggunakan rudal panggul anti-pesawat untuk menghadapi serangan udara jet tempur Israel.

Hari Jumat dan Sabtu malam lalu, kelompok perlawanan menembakan sejumlah roket ke distrik-distrik Zionis di sekitar Jalur Gaza.

Jihad Islam mengumumkan, para pelindung Masjid Al Aqsa dan Al Quds mengetahui bahwa kelompok perlawanan di Gaza, dan si seluruh wilayah Palestina tidak akan pernah diam, dan mengamati sepenuhnya aksi Israel, serta akan membalas di waktu yang tepat.

Menurut Jihad Islam, hari ini opsi perlawanan untuk menghadapi agresi Rezim Zionis sangat realistis, dan hak rakyat Palestina sampai kapan pun tidak pernah bisa diabaikan.

"Perilaku Israel yang bermain api ini akan mendapat api balasan dari rakyat Palestina, di semua arena," pungkasnya.

Yordania Kecam Aksi Israel di Gereja Al Qumamah

Kementerian Luar Negeri Yordania mengecam aksi pembatasan masuknya warga Kristen ke Gereja Al Qumamah di Baitul Maqdis oleh aparat keamanan Rezim Zionis Israel.

Haitham Abu Al Foul, Minggu (24/4/2022) seperti dikutip situs ammonnews mengutuk pembatasan bagi warga Kristen Palestina untuk menghadiri ritual Api Suci di Gereja Al Qumamah.

Menurutnya, seluruh aksi yang dilakukan Israel, telah membatasi hak warga Kristen untuk mendapatkan kebebasan tanpa syarat masuk ke Gereja Al Qumamah untuk melaksanakan ibadah.

Haitham Abu Al Foul menegaskan, "Rezim Zionis sebagai rezim penjajah harus menghormati status bersejarah dan legal Al Quds, serta tempat-tempat suci yang ada di dalamnya, dan mencabut seluruh pembatasan di sana."

Sejak hari Sabtu aparat keamanan Rezim Zionis Israel menutup semua jalan menuju Gereja Al Qumamah, di Baitul Maqdis.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar

Tak Peduli Protes Baghdad, Turki Lanjutkan Serangan ke Irak Utara

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar bersikeras untuk melanjutkan invasi militer ke Irak utara meskipun ada penentangan resmi dari para pejabat pemerintah Baghdad atas kelanjutan operasi militer tersebut.

Operasi ilegal militer Turki di Irak utara dilakukan dengan dalih menghancurkan posisi Partai Buruh Kurdistan (PKK). Pejabat pemerintah Ankara telah menetapkan PKK sebagai kelompok teroris.

Hulusi Akar mengatakan pada Jumat, 22 April 2022 bahwa operasi pasukan Turki akan berlanjut sampai ancaman teroris di kawasan itu dihilangkan.

Pernyataan Menhan Turki tersebut disampaikan ketika para pejabat pemerintah Baghdad telah berulang kali mengutuk serangan militer Turki, dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Irak.

Pada saat yang sama, rakyat Irak juga telah berulang kali menyerukan diakhirinya serangan Turki di Irak utara dengan mengadakan demonstrasi menentang pendudukan negara mereka.

Kementerian Luar Negeri Irak pada Rabu lalu memanggil duta besar Turki untuk Baghdad untuk menyampaikan protes keras dari pemerintah Baghdad karena berlanjutnya serangan Turki di sebagian wilayah Irak utara. Selama protes, Kemlu Irak juga menolak dasar dan alasan apa pun yang memungkinkan Turki untuk menyerang wilayah negara tetangganya itu.

Setelah pemanggilan dubes Turki, Kemlu Irak menyerukan penarikan penuh pasukan Turki dari wilayah Irak untuk menghormati kedaulatan nasional. Ditekankan pula bahwa Irak secara hukum berhak untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan tepat sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional dalam menghadapi tindakan bermusuhan dan sepihak seperti itu tanpa koordinasi terlebih dahulu.

Sebelumnya, kepresidenan Irak juga telah menanggapi serangan berulang-ulang pemerintah Turki di Irak utara dan menegaskan bahwa operasi militer Turki di perbatasan Irak utara merupakan pelanggaran kedaulatan dan ancaman terhadap keamanan nasional Irak yang merdeka.

Ditegaskan bahwa pengulangan operasi militer di Irak utara tanpa koordinasi dengan pemerintah Irak tidak dapat diterima, dan mengubah Irak menjadi arena perhitungan dan penyelesaian pihak-pihak asing juga tidak akan diterima.

Image Cap

Rezim Zionis Lancarkan Serangan Artileri ke Lebanon Selatan

Rezim Zionis melancarkan serangan artileri ke wilayah selatan Lebanon.

Televisi Al-Mayadeen melaporkan, serangan artileri rezim Zionis Senin (25/4/2022) dini hari menargetkan daerah antara Majdal Zone dan Zibqin di Lebanon selatan.

Dilaporkan, setidaknya 23 peluru artileri ditembakkan militer rezim Zionis ke arah Lebanon selatan.

Hingga berita ini dilaporkan, belum ada  rincian laporan jumlah korban atau kerusakan akibat serangan tersebut.

Beberapa jam sebelum serangan, sumber-sumber Zionis melaporkan ledakan di perbatasan Palestina pendudukan dan Lebanon.

Militer Zionis mengklaim sebuah roket telah ditembakkan dari Lebanon ke wilayah pendudukan.

Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 yang diadopsi untuk mengakhiri perang 33 hari antara Israel dengan Lebanon pada tahun 2006, memperingatkan rezim Zionis akan tindakan bermusuhan terhadap Lebanon. Tetapi rezim mengabaikan resolusi ini, dan terus melanggar kedaulatan Lebanon dengan memasuki zona udara, darat dan laut secara ilegal yang dilakukan dengan alasan palsu.

Presiden Lebanon Michel Aoun baru-baru ini mengutuk agresi Israel dan mengatakan bahwa ancaman terus-menerus dari Israel menjadi perhatian paling penting dari pemerintah Lebanon.

Kementerian Luar Negeri Lebanon telah beberapa kali mengadukan rezim Zionis kepada PBB dan Dewan Keamanan dalam beberapa tahun terakhir atas pelanggaran wilayah udaranya oleh militer rezim Zionis.

Lebanon menyerukan masyarakat internasional bertindak untuk memperingatkan rezim Zionis tentang agresi ini dan  mencegahnya berlanjut.

Image CSekretaris Jenderal Hizbullah, Sayid Hassan Nasrullah

Nasrullah: Tidak Ada Tempat bagi Penghasut di Lebanon !

Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sayid Hassan Nasrullah menekankan bahwa setiap orang harus bekerja sama dan tidak membiarkan orang lain menyeret negara ke dalam konflik oleh para penghasut.

Televisi Al-Manar melaporkan, Sayid Hassan Nasrullah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon dalam pidato Minggu (24/4/2022) malam pada malam ke-23 bulan suci Ramadhan menyampaikan belasungkawa atas tenggelamnya kapal imigran ilegal Lebanon di perairan Tripoli di utara negara itu, dan menekankan perlunya semua orang untuk bekerja sama dan tidak membiarkan siapa pun menjerumuskan negara ke dalam jurang dengan hasutan.

Sayid Hassan Nasrullah menyerukan penyelidikan cepat atas insiden tersebut dan identifikasi para pelakunya serta interogasi dan hukuman terhadap mereka untuk mencegah terulangnya kembali insiden tersebut.

Sebuah kapal yang membawa 60 imigran gelap tenggelam di lepas pantai kota Tripoli di Lebanon tenggelam pada Sabtu malam yang menewaskan 14 orang, termasuk seorang anak.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon dalam pidatonya  mengutuk serangan teroris di kota Kunduz, Afghanistan, dengan mengatakan, "Kita harus mengingat dan mendoakan saudara-saudara yang tertindas yang dibunuh oleh teroris Daesh di Mazar-e-Sharif dan bagian lain di Afghanistan,".

Puluhan orang tewas dan terluka dalam serangan teroris di sebuah masjid Syiah di kota Mazar-e-Sharif, Afghanistan utara, Kamis. Beberapa jam setelah kejahatan itu, kelompok teroris Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dua Skenario Yaman Hadapi Pelanggaran Gencatan Senjata Saudi

Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman menyiapkan dua skenario untuk menghadapi berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata PBB oleh Arab Saudi. Menurut Sanaa, kedua skenario tersebut akan membuat rezim Al Saud menyesal.

Dikutip Yemen Press Agency, YPA, Senin (25/4/2022), menyikapi pelanggaran gencatan senjata dan kondisi bandara internasional di Yaman, Pemerintah Penyelamatan Nasional negara ini menyiapkan dua skenario untuk menghadapi sabotase Saudi.

Menurut juru runding senior Yaman, Mohammad Abdulsalam, berlanjutnya penutupan bandara Sanaa, dan pelarangan penerbangan yang sudah disepakati dalam gencatan senjata, serta pelarangan berlayarnya kapal-kapal Yaman, bukti tidak adanya keseriusan Saudi untuk mewujudkan perdamaian.

Menyikapi hal ini, skenario pertama, berlanjutnya gencatan senjata rentan, dan mengirim peringatan kepada Koalisi Saudi baik secara terbuka atau melalui mediator bahwa pelanggaran gencatan senjata akan membawa dampak mengerikan.

Dengan demikian Yaman, memberikan kesempatan pendek kepada Koalisi Saudi, karena jika tidak maka Sanaa akan mengakhiri kesepakatan penghentian operasi militer.

Sementara skenario kedua adalah Yaman secara langsung mengumumkan menolak mematuhi komitmen gencatan senjata, dan memulai kembali operasi militer mematikan terhadap Koalisi Saudi.

Akan tetapi seperti yang ditegaskan Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman, kedua skenario tersebut akan membuat Koalisi Arab Saudi menyesal.

Serangan pasukan rezim Zionis ke Kompleks Masjid al-Aqsa

OKI: Quds dan Masjid Al Aqsa, Garis Merah umat Islam !

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menekankan bahwa Quds Sharif dan Masjid Mubarak Al-Aqsa adalah garis merah umat Islam, dan tanpa membebaskannya dari pendudukan rezim Zionis, keamanan dan stabilitas di kawasan tidak akan tercapai.

Pada pertemuan di Jeddah hari Senin (25/4/2022), negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam menyerukan penyatuan sikap negara-negara anggota untuk membela Al Quds dan tempat-tempat sucinya terhadap kejahatan pendudukan Israel, dan mendukung perjuangan rakyat Palestina melawan serangan brutal Zionis.

Dalam pernyataan akhir pertemuan tersebut, OKI mengutuk agresi rezim Zionis terhadap rakyat Palestina, khususnya di kota Al Quds dan tindakan ilegal rezim Zionis di kota ini dengan tujuan untuk mengendalikan penuh, dan berusaha mengubah situasi historis dan hukum Al Quds dan Masjid Al-Aqsa.

Dalam pernyataan ini, negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam menyalahkan pemerintah rezim Zionis atas segala konsekuensi agresi dan tindakan ilegal rezim Zionis di Al Quds, termasuk upaya untuk membagi Masjid Al-Aqsa dalam ruang dan waktu, dan menuntut segera diakhirinya tindakan berbahaya dan tidak sah tersebut.

Nasrullah: Berkat Inisiatif Imam Khomeini, Quds Jadi Perhatian Dunia

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon mengatakan, "Kebijaksanaan dan rasionalitas Imam Khomeini dengan inisiatifnya mencanangkan Hari Quds Internasional menjadikan Quds sebagai perhatian dunia yang semakin jelas dan signifikan dari hari ke hari,".

TV Al-Masirah melaporkan, Sayid Hassan Nasrullah, Sekjen Hizbullah Lebanon dalam acara "Mimbar Al Quds" sebagai bagian dari peringatan Hari Al-Quds Internasional yang ditayangkan secara online pada Selasa (26/4/2022) malam mengatakan, "Isu Palestina memasuki fase baru yang menarik lebih banyak dukungan, dan menyiapkan lebih banyak prajurit yang siap berkorban,".

"Rezim Zionis berharap isu Palestina akan dilupakan seiring waktu," ujar Nasrullah.

"Quds adalah isu utama saat ini dan telah menjadi fokus bidang lainnya. Sejatinya, poros perlawanan harus disebut poros Quds, karena Quds merupakan isu sentral bagi pemerintah, bangsa dan kelompok," tegasnya.

Sekretaris Jenderal Hizbullah di Lebanon juga menekankan,"Kita telah melalui tahap-tahap sulit di masa lalu, dan dengan pertolongan ilahi, kita berada di ambang kemenangan akhir, dan kita akan segera melihatnya. Kami akan mematahkan semua belenggu dan mengalahkan semua konspirasi. Quds akan tetap menjadi isu utama, tujuan dan poros,".

Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran mencanangkan Jumat terakhir bulan suci Ramadhan sebagai Hari Quds Internasional untuk mengatasi masalah mendasar Palestina, dan mendeklarasikan solidaritas umat Islam dunia dengan Palestina, serta memobilisasi pasukan untuk menyelamatkan Quds Syarif dari pendudukan rezim Zionis.

Tahun ini, peringatan Hari Quds Internasional jatuh pada tanggal 29 April 2022, yang bertepatan dengan 27 Ramadhan 1443 H.

Bendera Hizbullah

Hizbullah: Hari Quds Internasional, Titik Balik Besar Perjuangan Palestina di Dunia !

Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon menekankan kesiapan front perlawanan untuk membela Palestina, dan menilai Hari Al-Quds Internasional yang dicanangkan Imam Khomeini sebagai titik balik besar dalam perjalanan dukungan terhadap perjuangan Palestina di dunia.

Situs Al-Ahed melaporkan, Sheikh Naim Qassem, Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon dalam konferensi Hari Quds Internasional hari Rabu (27/4/2022) mengatakan, "Imam Khomeini mencanangkan Hari Quds Internasional, yang menjadi titik balik dan jalan pembebasan Palestina,".

"Normalisasi hubungan dengan rezim Zionis adalah pengkhianatan besar dan penghinaan, karena menyerah pada tuntutan Israel," ujar Sheikh Qassem.

"Iran, dengan dukungannya untuk Palestina telah membuktikan bagaimana ia mampu menggerakkan konfrontasi, mengubah persamaan dan meningkatkan posisi tawar Palestina," tegasnya.

Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon menyatakan bahwa Palestina bukanlah sebidang tanah tetapi masalah kemanusiaan global dan inilah yang dilakukan Imam Khomeini dengan mengumumkan Hari Quds Internasional.

Pawai "Hari Al-Quds Sedunia" diadakan setiap tahun pada hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan di banyak negara di seluruh dunia.

Brigade Saraya Al Quds Siaga Penuh Sambut Hari Quds Internasional

Sayap militer gerakan Jihad Islam Palestina, Brigade Saraya Al Quds menekankan kesiapan penuh untuk menghadapi rezim Zionis pada Hari Al-Quds Internasional.

Brigade Saraya Al-Quds merilis sebuah video menjelang peringatan Hari Al-Quds Internasional hari Kamis (28/4/2022) yang menegaskan kesiagaan penuh mengjhadapi rezim Zionis.

Video tersebut menunjukkan para pejuang Saraya Al-Quds, yang sedang mempersiapkan dan memperlengkapi diri dengan persenjataan untuk menghadapi tentara rezim Zionis.

Ziyad al-Nakhalah, Sekretaris Jenderal Jihad Islam Palestina pada konferensi Hari Quds Internasional mengatakan, "Republik Islam Iran bergerak ke arah yang berlawanan dari jalur internasional dalam hal mendukung hak, Palestina dan Al Quds,"

Pawai Hari Al-Quds Internasional diadakan setiap tahun pada hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan di banyak negara di seluruh dunia.

Brigade al-Quds

Brigade Al Quds: Tujuan Imam Khomeini, Bebaskan Al Quds

Juru bicara sayap militer Jihad Islam Palestina, mengatakan, Imam Khomeini mencetuskan Hari Quds Sedunia pada Jumat terakhir bulan Ramadan, dengan maksud untuk membuka peluang pembebasan Al Quds.

Dikutip stasiun televisi Al Mayadeen, Kamis (28/4/2022), Jubir Brigade Al Quds, Abu Hamzah menuturkan, apa yang membedakan Hari Quds tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah terangnya wajah dan substansi kamp agresor dan imperialis.

"Menjelang peringatan Hari Quds Sedunia, kami tegaskan bahwa segala bentuk agresi ke Masjid Al Aqsa berarti dimulainya perang melawan musuh," katanya.

Menurut Abu Hamzah, hari ini kelompok-kelompok perlawanan Palestina, memiliki kekuatan pertahanan dan serangan yang cukup untuk menyerang musuh.

Di Hari Quds, Militer Israel Serbu Masjid Al Aqsa, 42 Orang Terluka

Hari Jumat (29/4/2022) pagi, aparat keamanan Rezim Zionis Israel menyerbu Masjid Al Aqsa, dan menyerang warga Palestina yang ada di sana sehingga menyebabkan 42 orang terluka.

Dikutip Radio Alaqsa Voice, militer Rezim Zionis hari ini menyerang warga Palestina, di Masjid Al Aqsa, dengan melempatkan granat kejut, dan menembakan gas air mata.

Media lokal Palestina itu melaporkan, pasukan Israel menyerang Bab Al Mugharabah, dan menembakan peluru plastik ke arah penjaga gerbang masuk Baitul Maqdis.

Bab Al Mugharabah merupakan salah satu pintu masuk ke Baitul Maqdis, dan ke pelataran Masjid Al Aqsa yang terletak di selatan tembok masjid.

Peningkatan eskalasi ketegangan ini disulut pasukan Israel, di pagi Hari Quds, ketika puluhan bus sibuk mengangkut warga Palestina, dari berbagai wilayah ke Masjid Al Aqsa. (RA)

Tags