May 04, 2022 19:21 Asia/Jakarta
  • Kompleks Masjid al-Aqsa dan Kubah Shakhrah.
    Kompleks Masjid al-Aqsa dan Kubah Shakhrah.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) memperingatkan tindakan provokatif Zionis di Masjid al-Aqsa dan menganggapnya sebagai aksi "bermain api."

Rezim Zionis Israel telah memutuskan untuk merayakan hari yang disebut sebagai "kemerdekaan Israel" (pendudukan Palestina) dengan membiarkan pemukim Zionis memasuki Masjid al-Aqsa pada hari Kamis dan mengibarkan bendera Israel di sana serta menyanyikan lagu kebangsaan mereka di tempat suci umat Islam tersebut.

Polisi rezim Zionis juga secara resmi telah menyetujui penyerbuan massal pemukim Zionis dan warga Yahudi ke Masjid al-Aqsa pada hari Kamis.

Menurut laporan al-Ahed, Hamas mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan bahwa penodan kesucian Masjid al-Aqsa akan mendorong kawasan ke situasi yang menjadi tanggung jawab kabinet rezim Zionis.

"Hamas ingin rakyat Palestina yang heroik hadir di Masjid al-Aqsa dan siap di kota al-Quds untuk mempertahankan identitas, agama, dan Kiblat Pertama umat Islam," tegas Hamas.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina ini juga menegaskan, para penjajah harus mengetahui bahwa rencana untuk membagi Masjid al-Aqsa secara waktu dan tempat dan rencana Yahudisasi tempat-tempat suci kami tidak akan berhasil, dan tujuan-tujuan jahat mereka juga tidak akan pernah tercapai.

Di sisi lain, juru bicara Hamas Abdul Latif al-Qanoo mengatakan, persetujuan polisi rezim Zionis dengan masuknya pemukim Zionis ke Masjid al-Aqsa secara massal pada hari Kamis akan menjadi percikan untuk memulai perang dan pertempuran lain dengan musuh, Zionis.

"Rakyat Palestina tidak akan pernah membiarkan agresi Zionis terhadap Masjid al-Aqsa terulang kembali dan tidak akan pernah mengizinkan pembagian waktu dan tempat atas tempat suci ini antara umat Islam dan Yahudi," pungkasnya.

Masjid al-Aqsa merupakan simbol utama identitas Islam-Palestina di kota al-Quds yang selalu menjadi sasaran aksi destruktif rezim pendudukan. (RA)

Tags