May 10, 2022 10:05 Asia/Jakarta

Presiden Suriah Bashar al-Assad melakukan kunjungan pada Minggu (08/05/2022) pagi ke Tehran dan bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Khamenei dan Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi.

Suriah adalah salah satu negara Arab yang selalu memiliki hubungan damai dan berkembang dengan Republik Islam Iran. Suriah adalah negara Arab yang paling penting dari Poros Perlawanan.

Damaskus menjalankan kebijakan luar negerinya dengan prinsip-prinsip Poros Perlawanan. Untuk alasan ini, Suriah berada di bawah tekanan kuat dari negara-negara Arab yang melakukan normalisasi, rezim Zionis, serta kekuatan Barat.

Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Puncak tekanan ini terjadi pada tahun 2011 dan Suriah menghadapi perang teroris di mana kelompok-kelompok teroris in didukung oleh kekuatan Arab dan Barat.

Setelah Suriah menghadapi perang teroris ini dan upaya oposisi Suriah untuk menggulingkannya, Republik Islam Iran adalah negara terpenting yang secara praktis mendukung Damaskus melawan teroris dan pendukungnya.

Selain Republik Islam Iran, sekutunya di Poros Perlawanan juga melakukan tindakan praktis untuk membela Suriah dan memerangi terorisme, serta hadir di medan perang Suriah.

Tidak diragukan lagi, dukungan Republik Islam Iran dan kelompok-kelompok Perlawanan telah memainkan peran penting dalam menjaga keutuhan wilayah Suriah dan mengalahkan kelompok-kelompok teroris di negara ini.

Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pertemuannya dengan Bashar al-Assad hari Minggu (8/5) juga menyebutkan peran penting Syahid Qassem Soleimani dalam hal ini.

Poin lainnya yang jelas dalam pertemuan Bashar al-Assad dua hari lalu adalah bahwa kedua belah pihak mengakui sifat strategis hubungan kedua negara dan sekaligus menyerukan penguatan hubungan ini di berbagai bidang, termasuk bidang ekonomi.

Mengingat Suriah telah melalui era pasca-terorisme, berbagai negara telah mengumumkan kesiapan mereka untuk berpartisipasi di bidang ekonomi negara ini. Mengingat peran yang dimainkan Republik Islam Iran dalam perang melawan terorisme di Suriah, serta menganggap penting keamanan dan stabilitas Suriah, dalam situasi ini Iran dapat memainkan peran penting dalam rekonstruksi Suriah.

Presiden Suriah Bashar al-Assad melakukan kunjungan ke Tehran dan bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Khamenei dan Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi di Tehran hari Minggu (08/05/2022) pagi.

Keinginan kedua belah pihak untuk memperluas hubungan, terutama penekanan Bashar al-Assad tentang pentingnya mengembangkan hubungan dengan Republik Islam Iran, adalah sanggahan dari pemikiran yang menyebar dalam beberapa bulan terakhir, setelah kunjungan Bashar al-Assad ke UEA.

Dalam kunjungan itu, telah disarankan bahwa Suriah menerima perluasan hubungan dengan negara-negara Arab dengan imbalan pengurangan hubungan dengan Republik Islam Iran.

Kunjungan hari Minggu (8/5) menunjukkan bahwa Bashar al-Assad menekankan penguatan hubungan dengan Republik Islam Iran dan menganggap hubungan dengan Republik Islam Iran sebagai strategis.

Poin penting lainnya selama kunjungan Bashar al-Assad pada Minggu (8/5) adalah hubungan presiden Suriah dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam, serta dengan presiden Iran. Gambar yang dipublikasikan menunjukkan Bashar al-Assad menerima sambutan hangat dari Ayatullah Khamenei.

Dalam sambutan Pemimpin Besar Revolusi Islam tentang isu-isu Suriah, penekanannya pada peran Bashar al-Assad dan karakternya dalam kemenangan Suriah melawan terorisme dan pelestarian integritas wilayah negara menunjukkan rasa hormat dan posisi yang dimiliki Bashar al-Assad di mata Rahbar dalam membangun kekuasaan dan perkembangan di kawasan Asia Barat.

Kunjungan Presiden Suriah Bashar al-Assad ke UEA

Intinya adalah bahwa situasi Suriah saat ini tidak sebanding dengan satu dekade lalu. Perang melawan terorisme telah menyebabkan banyak kerusakan di Suriah dan membebani biaya yang besar atasnya, tetapi keberhasilan dalam memerangi terorisme, seperti yang ditunjukkan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam, telah memberinya kredibilitas.

Suriah masih menjadi pusat perlawanan hari ini, dan Bashar al-Assad pada Minggu menekankan komitmennya pada prinsip dan dasar Perlawanan. Situasi ini menunjukkan bahwa Suriah akan terus memainkan peran penting dalam perkembangan di kawasan Asia Barat, meskipun menghadapi masalah dan melemah akibat perang melawan terorisme.(sl)

Tags